Breaking News:

TECHNO

Jaga Privasi Pengguna, Iklan Google Berhenti Intip Riwayat Browsing

Google akan meninggalkan metode tracking iklan dengan cookie pihak ketiga di jejaring iklannya dan peramban Chrome.

google
Google Doodle edisi valentine 2021.Jaga Privasi Pengguna, Iklan Google Berhenti Intip Riwayat Browsing 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebijakan privasi Google kembali ditegaskan. Raksasa internet itu tahun lalu menyatakan akan meninggalkan metode tracking iklan dengan cookie pihak ketiga di jejaring iklannya dan peramban Chrome.

Pekan ini, raksasa internet itu kembali menegaskan komitmen tersebut.

Dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Kompas.com, alasan Google untuk tak lagi memakai cookie pihak ketiga disebut berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran soal privasi dan penggunaan data pribadi dari orang-orang di internet.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Inilah Saham-saham Rekomendasi Analis

Baca juga: Segera Dijual di Indonesia, Oppo Reno5 Edisi Avengers Dijual Terbatas

"Jika periklanan digital tidak berkembang untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, maka kami mempertaruhkan masa depan web yang bebas dan terbuka," ujar David Temkin, Director of Product Management, Ads Privacy and Trust Google, dalam blog resmi Google.

Sosok Benyamin Sueb ditampilkan di Google Doodle Hari Ini
Sosok Benyamin Sueb ditampilkan di Google Doodle beberapa waktu lalu. (Google.com)

Cookie sendiri adalah kode kecil yang dikirimkan oleh website ke perangkat pengguna untuk memonitor dan mengingat informasi tentang aktivitas pengguna itu di situs yang bersangkutan, misalnya isi keranjang belanja di situs e-commerce dan data login akun.

Nah, pengiklan menggunakan cookie pihak ketiga untuk membangun profil tentang seorang pengguna dengan mengamati riwayatnya berselancar di internet, termasuk situs-situs yang dikunjungi.

Dengan begini, pengiklan bisa mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi ketertarikan orang tersebut dan bisa menyodorkan konten promosi yang tepat sasaran.

Menurut Temkin, di industri iklan digital saat ini, data pengguna saling dibagikan oleh ribuan perusahaan. "Biasanya (data pengguna itu) diperoleh dari cookie pihak ketiga," ujar Temkin.

Sebagai bagian dari upayanya meninggalkan cookie pihak ketiga, peramban Chrome juga akan mulai memblokir third party cookies mulai 2022 mendatang. Peramban lain seperti Safari dan Firefox sudah lebih dulu melakukan hal ini sejak bertahun-tahun lalu.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 5 SD Halaman 4, Fungsi Air Bagi Tumbuhan

Baca juga: Insiden Baim Wong Saat Bawa Kiano ke Purwakarta, Paula Kaget Suara Mobil Tabrak Sesuatu

Halaman
123
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved