Breaking News:

Berita Banjarmasin

Peduli Pelestarian Karya Lokal, Dispersip Kalsel Simpan 750 Karya Anak Banua

Saat ini sudah ada sekitar 750 karya penulis Kalsel yang disimpan dan dikelola di Ruang Deposit Dispersip Kalsel.

Dispersip Kalsel untuk banjarmasinpost.co.id
Dispersip Kalsel gelar sosialisasi UU No 13 Tahun 2018 serah simpan karya cetak dan rekam di Rattan Inn Hotel Jalan A Yani Km 5,7 Banjarmasin. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) peduli akan karya penulis lokal Kalimantan Selatan.

Kadispersip Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani, MAP mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 750 karya penulis Kalsel yang disimpan dan dikelola di Ruang Deposit Dispersip Kalsel.

"Dan akan ada penambahan kembali sekitar 500 karya yang juga berasal dari orang Banua masuk dalam data," ujar Nurliani, Minggu (7/3/2021).

Untuk itulah, mengapa menurutnya penting sekali sosialisasi Undang-Undang No 13 Tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam.

Baca juga: Kelurahan Batulicin di Kabupaten Tanahbumbu akan Dimekarkan, Pulau Sewangi Masuk Desa Batulicin Lama

Baca juga: Kebakaran di Desa Pakan Dalam Kabupaten HSS, 83 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Baca juga: Pembangunan Blok Lapas di Kabupaten Tanahbumbu Digenjot, Diprediksi Sudah Beroperasi pada 2022

Tujuannya untuk menghimpun dan menyimpan karya-karya anak Banua agar kedepan bisa dinikmati dan dipelajari oleh generasi penerus.

Lebih lanjut, Nurliani menyebut, karya tersebut tidak hanya di kelola secara fisik tetapi juga dialihmediakan dalam bentuk digital.

Yang mana, hal ini bertujuan agar pelestarian karya-karya lokal dari anak-anak Banua bisa terus terjaga dan tidak tergerus seiring perkembangan zaman.

"Kami akan terus berupaya mendorong serta peduli terhadap karya penulis lokal dengan menyimpannya sebagai bentuk apresiasi Dispersip agar tetap terjaga," tegasnya.

Diketahui, di tahun ke tiga Dispersip konsisten menggelar sosialisasi akan Undang-Undang No 13 Tahun 2018 terkait serah simpan karya cetak dan karya rekam.

Lebih lanjut, Bunda Nunung sapaannya mengungkapkan semenjak adanya sosialisasi ini, tren penyimpanan hasil karya terus mengalami peningkatan, baik dari Guru, Dosen, Sastrawan, seniman serta para penulis.

"Semoga kedepan semakin bertambah karya-karya lokal dari penulis asal Banua tersimpan di Repositori Dispersip Kalsel," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved