Breaking News:

Berita Kalteng

Pengunjung dan Pengelola THM di Sampit Kotim Banyak Abaikan Protokol Kesehatan

Satgas Penanganan Covid-19 merazia THM dan mendapati banyak yang abaikan protokol kesehatan

polres kotim
Petugas saat melakukan razia THM di Sampit untuk memantau ketaatan penerapan Protokol Kesehatan 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Razia tempat hiburan malam (THM) tidak hanya dilakukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, petugas Satgas Penanganan Covid-19 di Sampit juga aktif melakukan razia tempat hiburan malam.

Sejumlah tempat hiburan malam di Sampit didatangi sejumlah petugas Satgas Penanganan Covid-19 memonitor kamtibmas hingga protokol kesehatan terhadap pengunjung juga pengelola tempat usaha.

Polres Kotim bersama Satgas Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan sempat mengagetkan petugas dan pengunjung sejumlah cafe dan karaoke.

Baca juga: Gubernur Sugianto Minta Kebakaran Lahan di Kobar Kalteng Diproses Hukum, Diduga Sengaja Dibakar

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Larang Warga Bakar Lahan, Ingatkan Sanksi Pidana bagi Pelaku

Baca juga: Satgas Kebersihan Banjarmasin Utara Gelar Aksi Pungut Sampah di TPS Liar

"Yah kaget saja ada razia, untung saat itu aku pakai masker," ujar Ucok salah satu pengunjung, Minggu (7/3/2021).

Kegiatan difokuskan untuk melakukan pengecekan kepatuhan protokol kesehatan di THM Sampit, antara lain Studio Familly Karaoke di Jalan H.M.Arsyad, HOB’S Resto & Café Jalan MT.Haryono, Happy Puppy Karaoke Jalan Jenderal Ahmad Yani dan terakhir Luna Karaoke Jalan Jenderal Soedirman.

Kegiatan tersebut untuk memberikan bantuan kekuatan personel terhadap Operasi Yustisi penegakan Disiplin Protokol Kesehatan yang setiap hari dilaksanakan oleh Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kotim.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui perwira yang ditunjuk dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kotim Ipda Rinto Andoyo, mengatakan, dari beberapa Tempat Hiburan Malam yang didatangi rata-rata tidak taat protokol kesehatan.

"Kami melihat petugas pengecek suhu tubuh tidak ada , Jarak antar Pengunjung tidak dipakai, pengunjung tidak pakai masker, tidak tersedia handsanitizer serta yang sangat riskan sarung microphone tidak diganti, sangat berpotensi sebagai faktor penularan virus dan kuman, kami sudah edukasi mereka agar taat protokol kesehatan," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved