Berita Banjarmasin

Hari Perempuan Internasional di Banjarmasin, Kaum Perempuan Gelar Aksi Damai Suarakan Tujuh Tuntutan

Puluhan perempuan gelar aksi damai peringati Hari Perempuan Internasional di bundaran Jalan Lambung Mangkurat dan Pangeran Samudera Banjarmasin

Penulis: Noor Masrida | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida
Peringatan Hari Perempuan Internasional di bundaran Jalan Lambung Mangkurat dan Pangeran Samudera Banjarmasin, Senin (8/3/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Puluhan perempuan gelar aksi damai peringati Hari Perempuan Internasional di bundaran Jalan Lambung Mangkurat dan Pangeran Samudera Banjarmasin, Senin (8/3/2021) pagi.

Para perempuan juga sejumlah laki-laki ini tergabung dari BEM Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, UIN Antasari, Narasi Perempuan, Mahardhika, LSISK, dan lain-lain.

Mereka melakukan orasi juga membentangkan poster-poster berisikan suara hati serta tuntutan pada pemerintah soal perempuan.

Setidaknya ada 7 tuntutan yang disampaikan oleh mereka dalam aksi ini termasuk pengesahan RUU PKS yang masih jadi polemik.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kejaksaan Negeri Tanahbumbu Geledah Kantor BPKAD, Pegawai Sempat Bingung

Baca juga: Giliran Kantor Dinas PMD Tanbu Digeledah Petugas Kejari Tanahbumbu, Pegawai Diminta ke Luar Kantor

Baca juga: Besok, Brigjen Ida Oetari Jalankan Tugas Sebagai Wakapolda Wanita Pertama di Polda Kalteng

Koordinator lapangan aksi damai dari perwakilan narasi perempuan, Kiky, mengatakan, pihaknya juga menyoroti tentang pandemi dan bencana banjir yang beberapa waktu lalu melanda Kalimantan Selatan.

"Di tengah bencana ekologi yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak ada analisis gender yang mengkaji soal dampak musibah itu," ucap Kiky.

Sehingga, ditambahkannya penanganan bencana itu belum ada yang benar-benar sesuai dengan gender misal tempat di tempat pengungsian.

"Apakah tempat mengungsi itu sudah benar-benar layak untuk para perempuan, mereka merasa terlindungi tidak," sambungnya.

"Adapun tuntutan yang kami bawa hari ini sudah disetujui secara nasional dan kami bawa ke Kalsel," papar perempuan bernama lengkap Rizki Anggarini Santika Febriani itu.

Tuntutan tersebut di antaranya adalah mewujudkan kesehatan gratis yang bisa diakses semua pihak dan bebas dari diskriminasi.

Kemudian penetapan upah yang layak, mengakui kekerasan seksual sebagai pelanggaran HAM dengan mengesahkan RUU PKS.

Mengakui pekerja rumah tangga sebagai pekerja dengan mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Ratifikasi Konvensi ILO 190 beserta rekomendasi 206, hingga Mencabut UU Cipta Kerja.

(banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved