Breaking News:

Tajuk

Perangkat Hukum Normalisasi

banjir yang melanda hampir merata di seluruh wilayah perkotaanmembuka mata Pemerintah Kota dan warganya untuk mengembalikan fungsi sungai

Editor: Eka Dinayanti

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - BANJIR yang menggenangi 11 lebih wilayah di Kalimantan Selatan, membuka mata warga Banua betapa pentingnya menjaga lingkungan hutan dan kawasan sekitarnya.

Karena banjir besar yang terjadi February 2021 lalu membawa kerugian materi yang tak sedikit. Korban jiwa pun berjatuhan di mana-mana.

Musibah banjir yang terjadi serentak di Provinsi Kalsel dan berlangsung cukup lama yaitu sebulan lebih, membuat pemerintah harus menata kembali konsep pembangunan berbagai vasilitas di wilayah masing-masing.

Seperti di Kota Banjarmasin, banjir yang melanda hampir merata di seluruh wilayah perkotaan membuka mata Pemerintah Kota dan warganya untuk mengembalikan atau normalisasi fungsi sungai sebagai mana mestinya.

Kota Banjarmasin yang sejak lama dijuluki Kota Seribu Sungai itu, bukan tanpa alasan nama Seribu Sungai disematkan.

Karena ada sejumlah sungai kecil yang membentang di tengah kota itu bukan saja digunakan sebagai jalur transpostasi sungai seperti jukung dan perahu bermesin (kelotok), melainkan juga sebagai vasilitas pembuangan air dari dalam kota ke sungai yang lebih besar.

Khusus untuk jembatan, di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan A Yani Banjarmasin banyak jembatan yang menghubungkan lokasi bisnis warga dengan jalan umum yang bermasalah sehingga mengganggu kelancaran jalannya air.

Akibat terganggu itu, sewaktu terjadi banjir, air yang menggenang di jalan dan permukiman warga lambat hilang dan banjir bertahan lama.

Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin sedang giat-giatnya melakukan normalisasi jembatan yang ada di Jalan Veteran dan Jalan A Yani.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved