Berita Banjarbaru

Tingkatkan Produktivitas Warga, PLN Terangi Laban Nyarit

PLN berhasil membangun 1,3 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), 3,03 kms Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan gardu distribusi berkapasitas 1x50 kVA.

Editor: Royan Naimi
PT PLN (Persero) UIW KSKT
PLN berhasil membangun 1,3 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), 3,03 kms Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan gardu distribusi berkapasitas 1x50 kVA di Desa Laban Yarit, Kalimantan Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Komitmen PLN memberikan terang hingga ke pelosok negeri terus berlanjut.  Kali ini, 80 pelanggan warga desa Laban Nyarit di Kalimantan Utara sudah dapat menikmati listrik untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Total nilai investasi yang dikeluarkan dalam pembangunan ini sebesar Rp 1,5 miliar.

Dengan mengangkut material dari Tanjung Redeb, Berau, PLN berhasil membangun 1,3 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), 3,03 kms Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan gardu distribusi berkapasitas 1x50 kVA.

Sebagaimana rilis PLN Kalselteng, untuk menuju ke desa Laban Nyarit diperlukan waktu tempuh tiga jam melalui perjalanan darat dari Malinau dengan melewati jalur tambang batu bara.

Sebelumnya, warga setempat mengandalkan penerangan di malam hari dengan menggunakan genset pribadi. Namun dengan hadirnya PLN kini warga bisa dapat menikmati listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Proses untuk melistriki Desa Laban Nyarit, Kalimantan Utara telah dilakukan PLN sejak Desember 2020, dengan biaya investasi listrik Rp 18, 75 juta per pelanggan.
Proses untuk melistriki Desa Laban Nyarit, Kalimantan Utara telah dilakukan PLN sejak Desember 2020, dengan biaya investasi listrik Rp 18, 75 juta per pelanggan. (PT PLN (Persero) UIW KSKT)

Benyamin, salah satu warga Desa Laban Nyarit, Kabupaten Malinau menyampaikan bahwa, masuknya listrik ke desa tempat tinggalnya sangat membantunya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu bisa meningkatkan produktivitas warga.

"Kalau dulu tidak ada listrik kami sulit melakukan aktivitas. Sekarang siang hari maupun malam hari bisa tetap produktif, kami juga bisa menikmati TV, anak-anak juga bisa belajar dengan tenang tidak gelap lagi,” tutur Benyamin.

Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Kalimantan Utara, Nur Hakim menyampaikan, proses untuk melistriki Laban Nyarit telah dilakukan PLN sejak Desember 2020, dengan biaya investasi listrik Rp 18, 75 juta per pelanggan.

Komitmen PLN untuk membawa terang hingga ke seluruh pelosok desa di Kalimantan Utara belum usai. Saat ini terdapat 5 proyek listrik pedesaan yang tengah digarap pada tahun 2021.
Komitmen PLN untuk membawa terang hingga ke seluruh pelosok desa di Kalimantan Utara belum usai. Saat ini terdapat 5 proyek listrik pedesaan yang tengah digarap pada tahun 2021. (PT PLN (Persero) UIW KSKT)

"Dengan selesainya proyek listrik perdesaan di Laban Nyarit, saat ini sudah 80 pelanggan telah tersambung listrik PLN. Harapan kami masyarakat ikut menjaga aset kelistrikan disekitar rumahnya, misalnya dari pohon yg menjuntai, agar distribusi listrik selalu lancar," ucap Hakim.

Komitmen PLN untuk membawa terang hingga ke seluruh pelosok desa di Kalimantan Utara belum usai. Saat ini terdapat 5 proyek listrik pedesaan yang tengah digarap pada tahun 2021.

Kedepannya, PLN berharap seluruh proyek ini berjalan dengan lancar sehingga masyarakat di seluruh penjuru desa segera dapat menikmati listrik dari PLN. (aol/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved