Berita Tapin

VIDEO Desa Ayunan Papan di Tapin Bersama Karang Taruna Sukses Panen Budidaya Lele

Warga Desa Ayunan Papan bersama Karang Taruna setempat sukses panen budidaya lele bantuan Dinas Sosial Kabupaten Tapin

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Syaiful Akhyar

Editor: Syaiful Akhyar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Warga Desa Ayunan Papan bersama Karang Taruna setempat sukses budidayakan 5.000 ekor lele bantuan Dinas Sosial Kabupaten Tapin, Rabu (10/03/2021).

Keberhasilan tersebut ditandai panen perdana dipimpin Bupati Tapin, HM Arifin Arpan di Desa Ayunan Papan, Kecamatan Lokapikat, Kabupaten Tapin.

Bupati Tapin, HM Arifin Arpan mengatakan Budidaya ikan lele sendiri merupakan program usaha ekonomi produktif dinas sosial Tapin untuk meningkatkan perekonomian di desa dan karang taruna.

"Saya mengapresiasi upaya Karang Taruna dan pihak Desa Ayunan Papan yang telah berhasil membudidayakan ikan lele di kolam terpal dan kini telah dipanen secara perdana," ungkapnya.

Baca juga: VIDEO Lapas Kelas IIB Banjarbaru Gelar Peringatan Isra Mikraj Bersama Habib Hasan bin Faruq Al-Kaff

Baca juga: Kapolres Banjar Bantu Asistensi Relawan Posko PPKM Mikro Percontohan di Desa Sungaisipai Martapura

Baca juga: Prabowo Subianto Kunjungi Kawasan Food Estate Kalteng, Tinjau Pengembangan Singkong di Gunungmas

HM Arifin Arpan mengatakan dengan adanya budidaya ikan lele ini nantinya dapat meningkatkan perekonomian di desa dan menambah pendapatan karang taruna di desa ini.

"Yang jelas, usaha ekonomi produktif ini, karang taruna dapat memiliki pendapatan tersendiri," lanjutnya.

Bupati juga menekankan kepada seluruh karang taruna didesa agar dapat mengembangkan usaha ekonomi yang produktif sendiri sesuai dengan potensi di Desanya masing - masing.

"Saya yakin bahwa setiap Desa pasti memiliki potensi sendiri-sendiri yang dapat dikembangkan sebagai usaha produktif," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ayunan Papan, Sarjaya mengatakan untuk budidaya ikan lele sendiri sebanyak 5000 ekor yang merupakan bantuan dari dinas sosial dengan pengembangbiakan usia tiga bulan.

"Ada empat Kolam lele yang dibudidayakan sebanyak 5000 ekor," Ujarnya

Sarjaya mengatakan penjualan sendiri biasanya setiap panen ikan lele diambil oleh tengkulak dengan harga Rp 17.000 perkilonya.

"Hasil penjualan nantinya akan digunakan untuk pengembangan lebih lanjut," ungkapnya.

(banjarmasinpost.co.id/Stan).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved