Breaking News:

Kriminalitas Internasional

FAKTA Terbaru Pemenggalan Samuel Paty, dari Kebohongan Siswi hingga Teroris Termakan Isu di Medsos

Seorang pelajar perempuan Prancis ternyata berbohong tentang tindakan gurunya, Samuel Paty, terkait penunjukan kartun Nabi Muhammad.

Editor: Didik Triomarsidi
AP/Michel Euler
Sebuah poster bertuliskan Saya Samuel dan bunga-bunga tergeletak di luar sekolah tempat guru sejarah yang terbunuh, Samuel Paty, bekerja, Sabtu, 17 Oktober 2020 di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARIS - Fakta terbaru kasus pemenggalan Samuel Paty terungkap.

Seorang pelajar perempuan Prancis ternyata berbohong tentang tindakan gurunya, Samuel Paty, terkait penunjukan kartun Nabi Muhammad.

Aksi murid itu menyulut ujaran kebencian yang sangat fatal kepada sang guru di internet sehingga membuat Samuel Paty dipenggal tahun lalu.

Samuel Paty dibunuh pada Oktober 2020 lalu. Ia dituduh menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam kelas dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara, tetapi faktanya tidak.

Baca juga: Setelah Guru Dipenggal, Perancis Gempar Lagi, 2 Wanita Dihujani Ditikaman di Bawah Menara Eiffel

Baca juga: Guru di Perancis Dipenggal, Gara-gara Menunjukkan Karikatur Nabi Sebagai Kebebasan Berekspresi

Baca juga: TERNYATA Moeldoko Membelakangi Jokowi Ikut KLB Demokrat, Mahfud MD: Pak Presiden Terkesan Santai

Siswi berusia 13 tahun tidak mengidentifikasikan namanya untuk dipublikasikan. Dia menyebarkan informasi bohong bahwa sang guru meminta para murid yang beragama Islam keluar dari kelas, sementara Patty menunjukkan gambar Nabi. Namun, pengacara siswi itu mengatakan bahwa kliennya mengakui dia bahkan tidak berada dalam kelas tersebut saat itu.

Siswi ini ternyata diskors dari sekolahnya karena berulang kali tidak menghadiri kelas alias membolos sekolah.

Karena tidak ingin keluarganya tahu bahwa dia diskors oleh sekolah, siswi tersebut mengarang sebuah cerita untuk disampaikan kepada ayahnya, Brahim Chnina (48).

Siswi itu menceritakan, guru sejarahnya yang bernama Samuel Paty menginstruksikan siswa Muslim untuk meninggalkan kelas supaya sang guru bisa menunjukkan “gambar Nabi yang telanjang”.

Siswi tersebut tidak mengira bahwa kebohongannya berujung pada hal yang mengerikan.

Kemudian, 10 hari setelah itu, Samuel Paty dibunuh ketika berjalan pulang ke rumahnya di Conflans-Saint-Honorine, sekitar 30 kilometer dari Paris, pada 16 Oktober 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved