Breaking News:

Kriminalitas Internasional

FAKTA Terbaru Pemenggalan Samuel Paty, dari Kebohongan Siswi hingga Teroris Termakan Isu di Medsos

Seorang pelajar perempuan Prancis ternyata berbohong tentang tindakan gurunya, Samuel Paty, terkait penunjukan kartun Nabi Muhammad.

AP/Michel Euler
Sebuah poster bertuliskan Saya Samuel dan bunga-bunga tergeletak di luar sekolah tempat guru sejarah yang terbunuh, Samuel Paty, bekerja, Sabtu, 17 Oktober 2020 di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris. 

Dia dipenggal oleh seorang teroris, Abdullakh Anzorov, yang termakan kabar di media sosial bahwa Samuel Paty menunjukkan kartun Nabi di depan kelas.

Melansir The Guardian, Abdullakh Anzorov menyogok dua murid untuk menunjukkan ciri-ciri Samuel Paty.

Keluarga Samuel Paty hancur, Perancis mengalami trauma, dan siswi tersebut beserta ayahnya menghadapi tuntutan pidana.

Menyenangkan ayahnya

Pada Minggu (7/3/2021), Le Parisien mengungkapkan bahwa siswi yang disebut Z itu mengaku salah menuduh Samuel Paty.

Surat kabar itu melaporkan, Z mengaku kepada hakim anti-teroris bahwa dia telah berbohong sebagaimana dilansir The Guardian.

Z juga mengaku bahwa dia bahkan tidak berada di kelas ketika Samuel Paty dituduh menunjukkan kartun Nabi kepada para muridnya dari media satire Charlie Hebdo.

Samuel Paty, seorang guru Sejarah dan Geografi di Perancis. Dia dipenggal pada Jumat (16/10/2020) oleh remaja Chechen berusia 18 tahun, setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam materi kebebasan berekspresi.
Samuel Paty, seorang guru Sejarah dan Geografi di Perancis. Dia dipenggal pada Jumat (16/10/2020) oleh remaja Chechen berusia 18 tahun, setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam materi kebebasan berekspresi. (AFP via BBC)

Le Parisien menambahkan, Z berbohong karena dia ingin menyenangkan Chnina.

"Dia tidak berani untuk mengakui kepada ayahnya alasan sebenarnya bahwa dia dikeluarkan sesaat sebelum tragedi itu, yang sebenarnya terkait dengan perilakunya yang buruk," lapor Le Parisien.

Pada 6 Oktober 2020, Samuel Paty mengajak para murid berdiskusi dan mengajukan pertanyaan "menjadi atau tidak menjadi Charlie?".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved