Breaking News:

Karhutla Kalsel

Karhutla Kalsel, Kebakaran 2 Hektare Lahan di Kota Banjarbaru Berhasil Dipadamkan

Lahan seluas 2 hektare terbakar di Munggu Alung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Petugas gabungan berhasil memadamkannya.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
ZAINI UNTUK BPOST GROUP
Petugas memadamkan api yang membakar lahan di Munggu Alung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah terjadi di wilayah Kota  Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Peristiwa itu terjadi di Munggu Alung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.

Sekretaris BPBD Kota Banjarbaru, Ida, mengatakan, jenis kejadian berdasarkan laporan adalah kebakaran hutan dan lahan. "Luas lahan yang terbakar kurang lebih sekitar 2 hektare," kata dia, Kamis (11/3/2021) sore.

Namun karhutla tersebut tidak meluas karena petugas di lapangan berhasil memadamkan. "Tidak hanya itu petugas juga melakukan pendataan di lokasi kejadian," sebut Ida.

Baca juga: VIDEO Apel Kesiapan Pasukan Penanggulangan Bencana Karhutla di Kalsel

Baca juga: Plt Kadishut Kalsel Sebut Hutan Telantar Penyumbang Kasus Karhutla Terbesar

Mengenai kondisi kebakaran lahan dan hutan saat ini, Ida mengaku sudah aman dan kondusif. 

Saat ini, kata Ida, petugas dari BPBD Kota Banjarbaru, TNI dan Polri, serta para sukarelawan  masih berjaga disejumlah tempat yang dianggap rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengatakan, untuk saat ini baru kawasan Cempaka yang lahan terbakar. "Harapan kami, semoga tidak ada kejadian lain," ucapnya.

Kemudian dia tambahkan, memang saat ini hujan masih terjadi. Padahal biasanya, Maret-April mulai memasuki kemarau. 

Baca juga: Persiapkan Pengendalian Karhutla, Ini Kata Penjabat Gubernur Kalsel

Tidak salah, menurutnya, jika BPBD Banjarbaru dan tim terpadu yang terdiri dari beberapa unsur, mulai dari personel TNI, Polri dan juga sekelompok relawan mulai meningkatkan kewaspadaan.

Diprediksi, kata Zaini, puncak dari kemarau akan terjadi pada Agustus dan September 2021.

Untuk daerah yang menjadi titik kewaspadaan, Zaini mengaku masih di wilayah Kelurahan Syamsuddin Noor dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kemudian, Cempaka, Lianganggang dan Landasan Ulin Selatan.

"Terutama, Kelurahan Syamsuddin Noor, ya, soalnya dekat dengan bandara yang tentu saja bakal banyak menyita perhatian," papar dia.

Baca juga: TRC BPBD Tala Siap All Out Tangani Karhutla, Begini Pengalaman Getir yang Pernah Dialami

Baca juga: Kisah KPH Tabalong Hadapi Karhutla, Banyak Temui Kejadian Unik dan Menarik

Oleh sebab itu, lanjutnya, tim bakal terus melakukan sosialisasi dan kewaspadaan. Tidak hanya itu, pembasahan lahan di areal bandara juga akan rutin dilakukan karena biasanya di area ini banyak ditemukan hotspot. 

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved