Breaking News:

Kriminalitas Kabupaten Banjar

Korupsi Kalsel, Kejati Kalsel Periksa 20 Saksi Kasus Kas PD Baramarta Kabupaten Banjar

Sebanyak 20 saksi diminta keterangan Kejati Kalsel terdiri dari internal PD Baramarta, pihak luar dan 2 orang ahli terkait dugaan korupsi mantan dirut

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
KEJATI KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Tersangka dugaan kasus penyimpangan dana kas pada PD Baramarta, berinisial TI, ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Kamis (18/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kurang lebih 20 hari setelah penetapan tersangka kasus dugaan penyimpangan kas PD Baramarta Kabupaten Banjar, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan memeriksa puluhan saksi.

Hal itu sebagaimana dikatakan Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kalsel, Makhfujat, tentang 20 saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat mantan direktur utama perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Banjar tersebut.

"Ada kurang lebih dua puluh orang dan juga ada dua ahli," sebut Makhfujat saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (10/3/2021).

Meski tidak membeberkan rinci siapa saja saksi yang dimintai keterangan, namun ia menyebut saksi-saksi tersebut ada yang berasal dari internal PD Baramarta maupun pihak eksternal.

Baca juga: Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyimpangan Kas, Kejati Kalsel Tahan Mantan Dirut Baramarta

Baca juga: Bupati Banjar Lantik Ketua Dewan Pengawas PD Baramarta Periode 2020-2024

Proses atas kasus ini, lanjut Makhfujat, masih dalam tahap penyidikan. Lebih tepatnya, penyidikan khusus karena sudah ada tersangka yang ditetapkan. 

Karena itu hingga Rabu (10/3/2021), jaksa penuntut umum meneliti kelengkapan berkas yang diperlukan sebelum adanya pelimpahan ke pengadilan.

"Meski (penyidik dan penuntut umum) dalam satu instansi, tapi prosedur tetap dijalankan. Jaksa penuntut umum atau peneliti tetap mempunyai hak meneliti berkas, apakah sudah lengkap atau belum. Sekarang, JPU belum ditunjuk, diselesaikan tahap penyidikan dulu," bebernya. 

Kemungkinan ada nama lain selain mantan Dirut PD Baramarta yang terseret dalam kasus ini, Kasi Penkum menyatakan belum dapat menyimpulkan. 

Baca juga: Bupati Banjar Seleksi Calon Dewan Pengawas PD Baramarta

Baca juga: Perlancar Pekerjaan PD Baramarta Teken MOU dengan Kejari Banjar

Sebelumnya, mantan Dirut PD Baramarta berinisial TI ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Kalsel dalam kasus dugaan penyimpangan penggunaan kas. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rudi Prabowo Aji, melalui Asisten Pidana Khusus Kejati Kalsel, Dwianto Prihartono, mengatakan, kasus dugaan penyimpangan kas tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian negara kurang lebih Rp 9,2 miliar. 

Meski belum diungkapkan cara-cara yang dilakukan tersangka, namun diduga penyimpangan dana tersebut dilakukan dalam rentang waktu menjabat sebagai Direktur Utama PD Baramarta antara 2017 hingga 2020.

Tak hanya menetapkan status tersangka, penyidik Kejati Kalsel juga langsung menahan mantan dirut di hari yang sama, Kamis (18/2/2021).

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved