Gado gado Terapung Haderi Batola
Berjualan Gado-gado Hanya dengan Perahu, Haderi Tetap Bertahan di Masa Modern
Meski zaman serba canggih Haderi tetap setia dengan warung terapungnya, ia tetap mempertahankan cita rasa gado-gadonya sejak 40 tahun lalu
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Meski telah berada di era modern dan persaingan usaha kuliner terus berkembang, Haderi (69), pedagang gado-gado dengan perahu di Siring Ulek Marabahan tetap bertahan dengan caranya.
Warga Desa Bagus, Kecamatan Marabahan ini malahan bertekad akan terus berjualan gado-gado dengan cara uniknya selama ia sehat beraktivitas.
Padahal sejauh ini ia telah berjualan tidak kurang dadi 40 tahun lamanya.
Dari muda, hanya mengayuh jukung (perahu tradisional tanpa mesin) hingga dengan perahu yang lumayan besar dan ditemani anaknya.
Baca juga: Gado-gado Haderi, Kuliner Murah dan Unik di Marabahan Batola
Baca juga: Gado-gado Haderi di Siring Ulek Marabahan Selalu Diserbu Pelanggan, Harganya Hanya Rp 5 Ribu
Baca juga: Gado-gado Haderi di Siring Ulek Marabahan Batola Hanya Dijual Tiap Selasa, ini Alasannya
Dengan meyakini usaha yang ia geluti saat ini, Haderi memang masih bisa bertahan dengan cukup banyak pelanggannya di setiap ia berjualan.
Hal ini tidak lepas dari cita rasa gado-gado dan harga yang ia pertahankan, enak dan murah.
Per porsi hanya dijual 5.000 rupiah, lengkap dengan nasi lontong, sayur dan sambal kacang yang gurih.
Dalam sekali berjualan, Haderi rata-rata menghabiskan sekitar 150 porsi.
Dalam rentang waktu hanya satu hingga dua jam, jualan itu ludes dibeli pelanggannya.
(Banjarmasinpost.comid/MuhammadTabri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/_gado-gado-siring-ulek_9.jpg)