Breaking News:

Berita Banjarbaru

Ganti Rugi Lahan Perkantoran Pemprov Kalsel Belum Dipenuhi, Pihak Pemilik Lahan Ngadu ke DPRD Kalsel

Meski sudah lama menjadi kawasan perkantoran Pemprov Kalsel namun nyatanya masih banyak lahan yang belum selesai pembebasannya oleh Pemprov Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasin post group/ nurholis huda
Kebun Raya Banua di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski sudah lama menjadi kawasan perkantoran Pemprov Kalsel namun nyatanya masih ada lahan yang belum selesai pembebasannya oleh Pemprov Kalsel.

Salah satunya adalah tanah milik Kursani yang berada di lahan Kebun Raya Banua.

Ungkap pengacaranya Kalimantan Law Firm, Andri Arianto yang menyampaikan keluhannya ke DPRD Kalsel lahan kliennya seluas 1,3 hektare di lahan Kebun Raya Banua milik Pemprov Kalsel belum juga dibayarkan.

"Klien kami belum dibayarkan untuk lahan seluas 1,3 hektare," ujar Andri Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Warga Korban Bencana Puting Beliung di Desa Akar Baru Martapura Timur Dapat Bantuan Terpal

Baca juga: Menuju WBBM, Lantas Polres Tapin Tingkatkan Kualitas Pelayanan SIM Keliling Luncurkan Bus Banua

Baca juga: Disbunak Teken SPK Pelaksanaan Program PSR di Kalsel, Bantuan PSR Rp 30 Juta per Hektare

Selain kliennya, ungkap Andri ada 72 orang lagi pemilik lahan di kawasan Setdaprov Kalsel yang juga belum dibayarkan tanahnya.

"Kami harapkan dengan adanya pertemuan dengan DPRD Kalsel pembayaran ganti rugi lahan bisa segera diselesaikan," ujarnya.

Untuk lahan milik kliennya, Kursani, terang Andri dijanjikan akan dilakukan verifikasi lapangan.

Pemprov Kalsel juga berjanji akan melihat dokumen yang disimpan, yang sudah dibayarkan dan yang belum.

Sekretaris Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanahan, H Suripno Sumas mengatakan jika hasil pengecekan diakui ternyata memang belum ada penyelesaian ganti rugi.

"Maka akan kami usahakan menganggarkannya dalam perubahan APBD Kalsel 2021,"ucap H Suripno Sumas.

 Kepala UPT Kebun Raya Agung Sriyono saat dihubungi membenarkan jika masih ada lahan di Kebun Raya Banua yang belum diselesaikan.

Namun ujarnya tak hanya di KRB, lahan yang belum dibayarkan juga ada di titik lain di Setdaprov Kalsel.

"Ini sedang diinventarisir Biro Umum secara keseluruhan, bukan hanya di Kebun Raya Banua saja," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved