Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Bisnis Travel di Kalsel Merosot 100 Persen, Pelaku Wisata Minta Menteri Pariwisata Beri Solusi

Bisnis travel atau perjalanan wisata di Kalsel merosot 100 persen. Pelaku wisata di Kalsel meminta menteri Pariwisata mencarikan solusi

istimewa
Bisnis travel atau biro jasa perjalanan terutama keluar negeri saat ini berada di level memprihatinkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bisnis travel atau biro jasa perjalanan terutama untuk perjalanan keluar negeri berada di level memprihatinkan.

Bagaimana tidak, hingga kini dampak Covid-19 masih banyak negara luar yang belum membuka pintu masuk. 

Dikatakan Boy Rahmadi Nafarin, Direktur Utama Ramasindo Tour, usaha travel masih adem, belum ada kegiatan normal masih menunggu kebijakan pemerintah. 

"Khusus perjalanan keluar negeri sampai sekarang masih banyak negara yang belum membuka border atau imigrasi, kecuali Turki dan Dubai," jelasnya. 

Baca juga: Pendapatan Kabupaten Tanbu dari Pariwisata di 2020 Hanya Mencapai 68 Persen

Baca juga: Terdampak Covid-19, Empat Event Nasional Kegiatan Pariwisata Kalteng tahun 2020 Dibatalkan

Adapun perjalanan domestik sebenarnya tidak ada kendala, hanya saja masyarakat masih banyak yang enggan karena rapid test berlaku 3x24 jam sedangkan orang berpergian untuk liburan itu rata-rata perjalanannya empat hari.

Kecuali perjalanan bisnis, waktunya bisa saja kurang dari tiga hari. 

"Nah, kalo empat hari maka rapid test jadi dua kali biayanya. Jadi, untuk berpergian dalam rangka liburan harus mikir dulu, pertama karena masih pandemi, dan kedua juga berhitung soal keuangan," ungkapnya. 

Secara persentase, ungkap Boy, usaha travel merosot 100 persen, karena hampir rata-rata tidak ada kegiatan. 

"Harapan kami, agar menteri pariwisata segera mencari solusi yang tepat untuk industri pariwisata, kemudian meyakinkan masyarakat bahwa berlibur yang aman dan pemerintah segera bisa memberikan solusi untuk rapid test, kan sekarang juga sudah ada vaksinasi," tukas Boy. 

Baca juga: 51 Hotel dan 47 Restoran di Banjarmasin Dapat Dana Hibah dari Kementerian Pariwisata

Harapannya pula setelah divaksinasi maka sudah bisa sedikit terbebas dari ketakutan pandemi.

Pemerintah juga segera mengubah kebijakannya (melalui gugus tugas) terhadap orang-orang yang sudah menjalani vaksinasi, yaitu menghapus kewajiban rapid test untuk berpergian menggunakan pesawat. (banjarmasinpost.co.id/salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved