Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Hunian Masih Rendah, PHRI Kalsel Minta Vaksinasi Covid-19 untuk Karyawan Hotel Dipercepat

Sekum PHRI Kalsel Nurul Fahmi SM mengungkapkan masih rendahnya hunian hotel. Karena itu, ia meminta vaksinasi covid-19 untuk karyawan hotel dipercepat

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Nurul Fahmi SM, Sekum PHRI Kalsel meminta pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk karyawan hotel, Sabtu (13/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bisnis jasa perhotelan di Kalsel masih belum menggembirakan. Pandemi corona yang belum berakhir membuat hunian kamar masih rendah. 

Nurul Fahmi SM, Sekum PHRI Kalsel, mengatakan, mulai awal tahun tetap tidak terlalu naik hunian kamar, rata-rata tingkat hunian 45-55 persen. 

"Tamu masih sepi, karena beberapa faktor yaitu ekonomi tidak ada kenaikan, isu covid jenis baru B117 membuat tamu takut melakukan perjalanan ke daerah zona merah yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru," jelasnya. 

Jadi tamu-tamu masih menunggu vaksinasi beres. Selain itu masih diperpanjang PPKM  oleh pemko dan pemkab sehingga membatasi masyarakat.

Baca juga: Hunian Hotel Turun di Akhir dan Awal Tahun, Begini Aspirasi PHRI Banjarmasin kepada Pemerintah

Baca juga: Keramaian Dilarang di Pergantian Tahun 2021, Hunian Hotel Drop Lagi

" Juga belum turunnya anggaran pemerintah untuk menggelar kegiatan di hotel macam bimtek dan lain-lain sehingga hotel yang mempunyai ruang meeting menjadi sepi acara," jelas Fahmi. 

Lanjut Fahmi, harapan BPD PHRI kepada pemerintah daerah adalah segera laksanakan vaksinasi terutama bagi karyawan-karyawan hotel dan restoran sehingga tamu-tamu yang menginap maupun mengadakan acara tidak khawatir. 

"Ada sekitar 3.600 karyawan se-Kalsel yang siap divaksin, data sudah kami kirim ke Dinkes provinsi dan kota Banjarmasin," beber Fahmi. 

Sambungnya, pendapatan pajak dari hotel dan restoran terutama di Banjarmasin dan Banjarbaru itu mendominasi PAD, jadi hendaklah pemerintah daerah memperhatikan kelangsungan usahanya. 

"Jangan hotel dan resto menjadi sasaran PPKM yang ketat, padahal hotel dan resto PHRI punya sertifikat CHSE yang selalu melaksanakan Prokes ketat kepada tamu-tamunya," ungkap Fahmi. 

Baca juga: Dongkrak Hunian Hotel di Kalimantan Selatan, PHRI Kalsel Saran Promo Paket Kamar, Pemda Buka Wisata

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Barabai Alami Penurunan Hunian Drastis

Jika bisnis hotel untuk tongkat huniannya terus menerus di bawah 50 persn maka hotel-hotel di Kalsel akan tutup, sebab tidak bisa meng-cover biaya operasional. 

"Pendapatan berkurang, dan jika banyak  hotel dan resto tutup tentunya punya efek pada pajak daerah dan supplier makanan serta lainnya, belum lagi imbasnya sangat besar terhadap tenaga kerja atau karyawan karena akan banyak di-PHK," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved