Breaking News:

TECHNO

Akun Palsu Bank-bank Besar Marak di Twitter dan Incar Nasabah Lengah, Kenali Ciri-ciri Berikut Ini

Penipu nasabah bank besar seperti BCA dan BNI kini bergentayangan di media sosial seperti twitter. Nasabah yang lengah, bisa saja akan diperdaya.

ISTIMEWA
Logo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS.Akun Palsu Bank-bank Besar Marak di Twitter dan Incar Nasabah Lengah, Kenali Ciri-ciri Berikut Ini 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Waspada! Penipu nasabah bank besar kini bergentayangan di media sosial seperti twitter. Nasabah yang lengah, bisa saja akan diperdaya.

Baru-baru ini, Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi, mengungkap maraknya penipuan berkedok akun bank besar di media sosial Twitter.

Para penipu ini menggunakan nama bank besar di Indonesia dan mengincar nasabah bank tersebut. Nasabah bank-bank besar seperti BCA, BNI dan sebagainya akan menjadi incaran.

Dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Kompas.com, menurut Ismail, akun penipu ini memiliki bot atau semacam program otomatis yang memonitor semua percakapan di Twitter.

Baca juga: Turun Rp 2.000 Per Gram, Harga Emas Antam 1 Gram Hari Ini Rp 924.000

Baca juga: Kenangan Ahok Terhadap Mendiang Anton Medan: Beliau Baik Sama Saya, Berani dan Setia Kawan

Bot tersebut memantau percakapan yang mengandung kata kunci terkait seperti "HaloBCA", "BNI", dan sebagainya.

Ketika nasabah salah satu bank mengadukan masalah atau komplain dengan cara me-mention akun layanan pelanggan bank tersebut di Twitter, maka akun-akun penipu ini akan ikut menanggapi twit komplain tersebut.

Tujuannya tak lain agar nasabah mengira bahwa akun yang digunakan penipu adalah asli. Para penipu ini kemudian akan mengarahkan ke komunikasi personal layaknya Customer Service, di sinilah nasabah yang lengah bisa terjebak.

Ilustrasi Twitter
Ilustrasi Twitter (ZDNet.com)

Lantas bagaimana caranya membedakan akun asli milik perbankan dan akun penipu?

Berikut ini ciri-ciri akun penipu yang bisa dikenali:

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved