Breaking News:

Dugaan Pencucian Uang

Pengusaha Batu Bara Laporkan Komisaris Utama & Dirut Sinarmas Sekuritas ke Bareskrim, Dugaan TPPU

Komisaris Utama PT Sinarmas Sekuritas Indra Widjaja dan Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas Kokar jadi Chandra dilaporkan ke polisi

KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Bareskrim Polri.Pengusaha Batu Bara Laporkan Komisaris Utama & Dirut Sinarmas Sekuritas ke Bareskrim, Dugaan TPPU 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ingin untung, tapi malah buntung. Begitulah yang dirasakan seorang pengusaha asal Solo, Presiden Komisaris PT Exploitasi Energy Indonesia (CNKO) Andri Cahyadi.

Kerja sama dengan PT Sinarmas Sekuritas tidak berjalan mulus, dan malah membuat perusahaannya menanggung utang hingga Rp 4 triliun.

Kecewa dengan hasil kerja sama yang telah dijalani, Andri pun melaporkan Komisaris Utama PT Sinarmas Sekuritas Indra Widjaja dan Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas Kokarjadi Chandra atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Bareskrim Polri.

Laporan Andri Cahyadi itu diterima dengan nomor STTL/94/III/2021/BARESKRIM tertanggal 10 Maret 2021.

Baca juga: Turun Rp 2.000 Per Gram, Harga Emas Antam 1 Gram Hari Ini Rp 924.000

Baca juga: Begini Cara Hapus Akun Whatsapp & Instagram Tanpa Kehilangan Data

"Benar (menerima laporan)," kata Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono saat dihubungi, Senin (15/3/2021).

Sementara itu, dilansir Kontan, Minggu (14/3/2021), lewat sebuah tayangan di akun Youtube "About Solo", Andri mengatakan, kasus bermula pada tahun 2014.

Saat itu, perusahaan miliknya, CNKO, menjalin kerjasama atas suplai batu bara domestik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. | DIAN MAHARANI
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. | DIAN MAHARANI (kompas.com)

Menurut Andri, CNKO memiliki kontrak dengan PLN untuk suplai 7 juta ton per tahun selama 20 tahun.

Kemudian, CNKO memberikan kesempatan kepada PT Sinarmas untuk ikut memasok batu bara ke PLN sebesar 5 juta ton per tahun melalui CNKO.

Halaman
123
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved