Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pelaku Usaha Makanan Ringan di Banjarbaru Ini Masih Terpuruk Akibat Pandemi

Pelaku usaha makanan ringan di Landasan Ulin, Banjarbaru, menduga daya beli masih rendah. Masyarakat pilih memenuhi keperluan mendasar di masa pandemi

BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Yuliana, pelaku usaha makanan ringan di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 membuat para pelaku usaha kuliner makanan ringan harus terus putar otak untuk keberlangsungan usaha yang dilakoni.

Seperti yang diungkapkan Yuliana, pelaku usaha makanan kemasan ringan di Kota Banjarbaru, Provinsi  Kalimantan Selatan, sampai saat ini belum terasa adanya peningkatan untuk penjualannya.

Malah, Makanan Ringan yang diantar dan dititipkannya di warung-warung, sangat lambat habisnya.

"Saya coba ganti dengan produk lain, bervariasi, tetap saja tidak mengalami perubahan," ujar pemilik merek usaha R2 di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalsel, ini kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: VIDEO Jatah Vaksin Covid-19 untuk Guru di Banjarbaru Hanya 70 Vial, Disdik Banjarbaru Ragu Gelar PTM

Baca juga: Update Covid-19 Banjarbaru: Sembuh 27 Pasien, Positif Bertambah 26 Orang

Sejak terjadinya Corona hingga terus berlangsung lama, sangat memberikan dampak merosot usahanya. Bahkan bisa dibilang uang modal habis untuk keperluan sehari-hari.

Sekitar sebulan terakhir ini, dia mencoba kembali memasarkan usahanya. Ternyata belum ada perbaikan yang signifikan juga. Dugaannya, daya beli masyarakat masih rendah terhadap makanan tambahan.

"Mudah-mudahan nanti ada perubahan, Karena kami juga mengandalkan usaha yang sudah dilakoni sejak 10 tahun ini," lirihnya.

Tidak ditampik pula oleh Sudarti, penjual kue di Kota Banjarbaru, tentang masih belum ramai yang pesan kue di tempatnya.

Baca juga: VIDEO Taman Bumi Cahaya Bintang, Tempat Favorit Warga Loktabat Selatan Banjarbaru

Baca juga: Ketua DPRD Banjarbaru akan Lepas Masa Lajang

Walaupun ada, hanya perluan orang untuk acara saja. Kalau jual eceran, di lapaknya masih belum banyak.

"Saya sekarang membuat kue secukupnya saja, khawatir tidak habis. Masyarakat sepertinya masih banyak lebih mengutamakan keperluan pokok saja," ujarnya. 

Namun dia tidak putus asa untuk menjalankan usahanya. Walaupun harus mendapat penghasilan masih dibilang belum begitu cukup, tetapi tetap berusaha melawan tantangan ini.

"Saya sekarang jualan tidak  mengandalkan titipan saja, jadi langsung menawarkan secara perorangan dan di medsos dengan membuka order. Jadi, risiko tidak laku, lebih rendah," tandasnya. 

(Banjarmasin post.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved