Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Sebanyak 100 Prajurit TNI Kodim 1006 Martapura Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Empat belas hari pascavaksinasi Covid-19 tahap I, sebanyak 100 Prajurit TNI Kodim 1006 Martapura kembali menjalani vaksinasi Covid-19 tahap II.

Humas Kodim 1006 Martapura
100 Prajurut TNI AD Kodim 1006 Martapura jalani vaksinasi Covid-19 tahap II di RS Kartini Tk VI GM Banjarbaru 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Empat belas hari pascavaksinasi Covid-19 tahap I, sebanyak 100 prajurit TNI Kodim 1006 Martapura kembali menjalani vaksinasi Covid-19 tahap II.

Vaksinasi tahap II ini berlangsung di Rumah Sakit Kartini Tk.VI/GM Jalan A Yani Km 31, Guntung manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/3/2021).

Penyelenggaraan vaksin tahap II yang dilaksanakan secara pergelombang ini merupakan upaya untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi.

Dandim 1006 Martapura Letkol Inf Imam Muchtarom melalui Pasi Ter Kodim Martapura, Kapten Inf Kurmanto mengatakan, Babinsa dan petugas penegak disiplin protokol kesehatan menjadi sasaran vaksin covid-19.

Baca juga: Pemkab Tanahbumbu Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai, Wartawan Hingga Anggota DPRD Tanahbumbu

Baca juga: Honda City Hatchback RS Hadir di Kalsel, Besok Tampil Perdana di Atrium Duta Mall Banjarmasin

Baca juga: Digital Makin Buka Peluang Generasi Milenial di Kalsel Menggeluti Bisnis

"Hal ini dikarenakan berhubungan dengan pelayanan publik," kata Kurmanto.

Dirinya mengungkapkan, vaksin ini penting dan wajib bagi anggota kodim dalam tugas pembinaan teritorial seperti Babinsa untuk membentuk antibodi atau imun tubuh kuat agar terhindar dari virus corona.

Vaksin Sinovac secara optimal, dalam waktu 14 hari pascavaksinasi dosis pertama membentuk antibodi tubuh 60 persen. 28 hari usai vaksinasi dosis kedua, pembentukan antibodi mencapai 95 hingga 99 persen.

Kurmanto berharap, kepada masyarakat yang belum divaksin, agar ikut dan turut mensukseskan vaksinasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut, sebab vaksin ini aman dan halal.

"Dan jangan percaya akan berita hoax yang tidak bisa dipertangggung jawabkan. Vaksin ini ditangani langsung oleh orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga tidak sembarangan," ujarnya.

Senada dengan dr Sentia Kartika yang mengatakan, sebelum di vaksin, para TNI harus melewati proses pemeriksaan atau monitoring terlebih dahulu.

"Sehingga anggota yang belum memenuhi syarat vaksin akan terdeteksi di meja skrining dan diberi keterangan untuk menunda ataupun tak dapat mengikuti vaksinasi," ujarnya.

Lebih lanjut, para peserta menurutnya, juga akan mendapatkaan pemberitahuan via sms dari Kementerian Kesehatam setempat.

"Vaksin ini tidak seperti yang diberitakan, semua aman dan halal. Mari dukung program pemerintah melalui vaksinasi nasional ini guna mencegah penularan virus covid-19," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved