Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Kerja Sama Zero Overstaying Ditandatangani di LPKA Martapura Kabupaten Banjar

Kerja sama LPKA Martapura, PN Martapura, Kejari Kabupaten Banjar dan Polres Banjar kerja sama hindari terjadi kelebihan masa penahanan seseorang.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura lakukan Perjanjian Kerja Sama dengan 3 instansi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (17/3/2021).

Penandatangan dilakukan Kepala LPKA Martapura, Rudi Sarjono, bersama Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo yang diwakilkan Wakapolres Kompol M Fihim, Ketua Pengadilan Negeri Martapura, Noor Iswandi, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Rabu (17/3/2021). 

Kegiatan tersebut bertempat di Aula LPKA Martapura, Jalan Pintu Air, Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Menurut Rudi, perjanjian kerja sama ini merupakan resolusi pemasyarakatan dalam upaya untuk mewujudkan zero overstaying tahanan di LPKA Martapura.

Baca juga: Andikpas LPKA Martapura Dapat Bimbingan Psikologi, Rudi Sebut untuk Kembangkan Kepribadian

Baca juga:  Jalin Kerja sama dengan LPKA Martapura, Dinas Perikanan Banjar Beri Pelatihan 41 Andikpas

"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelebihan masa waktu tahanan," kata Rudi kepada Banjarmasinpost.co.id.

Meski selama ini sangat jarang terjadi, Rudi menyebut, pihaknya tetap berkoordinasi untuk melaksanakan zero overstaying agar tidak terjadi kelebihan tersebut.

"Jangan sampai terjadi kelebihan tersebut, baik dengan Kepolisian, Pengadilan, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Martapura," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia memberikan gambaran, sinergitas Zero Overstaying dengan pihak kepolisian, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan itu misalnya pihak kepolisian memiliki tahanan yang memang masa tahanannya tujuh hari.

Baca juga: Kepala LPKA Martapura Ingatkan Andikpas, Kedapatan Simpan Barang Terlarang Terancam tak Dapat Remisi

Baca juga: Begini Cara LPKA Martapura Banjar Kalsel Bina Anak Didik Cinta Tanah Air

Kemudian, tiga hari sebelum masa tahanan tersebut berakhir, LPKA Martapura berkewajiban untuk mengingatkan.

"Tujuannya, mengingatkan sehingga tidak terjadi kelebihan maupun tidak diperpanjang dan sebagainya," ucapnya.

Sementara, Kompol M Fihim, mengatakan, hal ini merupakan perjanjian yang sangat baik untuk saling mengingatkan guna memperlakukan para tahanan sesuai dan sebaik mungkin.

"Meskipun kita tahu, tahanan ini memiliki berbagai karakter dan latar belakang permasalahan berbeda, tetap harus diperlakukan dengan mengacu kaidah-kaidah hukum, sehingga harus diperhatikan," tandasnya.

Baca juga: 19 Anak Pemasyarakatan LPKA Martapura Dapat Remisi di Hari Anak Nasional

Baca juga: Andikpas LPKA Martapura Dapat Rezeki Tak Terduga, Ini yang Didapatkan

Senada disampaikan Noor Iswandi, dengan dilaksanakannya perjanjian ini menjadi bahan introspeksi terkait masa penahanan.

"Seperti yang dibilang, jangan sampai terjadi overstaying. Sebab, bila terjadi akan ada kelebihan tahanan, maka hal tersebut akan menjadi persoalan. Untuk itu, harus fokus untuk memperhatikan perjanjian ini," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved