Breaking News:

Berita Tapin

Kepala Satlantas Polres Tapin Sebut 30 Persen Kasus Kecelakaan Akibat Jalan Rusak

Kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Tapin menurut Kasatlantas Polres Tapin tingkat sedang. Pihak terkait diminta perbaiki dan beri rambu.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
DOK BANJARMASIN POST GROUP
Iptu Guntur Setyo Pembudi, Kepala Satlantas Polres Tapin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU -  Kecelakaan akibat jalan rusak, terbilang kerap terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Satlantas Polres Tapin, Iptu Guntur Setyo Pembudi, Rabu (17/3/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan analisanya, kecelakaan akibat Jalan Rusak mencapai 30 persen.

"Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapin, 30 persen disebabkan jalan rusak. Kalau secara umum memang banyak faktor yang mempengaruhi , di antaranya adalah karena kesalahan atau kelalaian pengendara, serta cuaca," ungkapnya.

Baca juga: Sebanyak 142 Pelajar SMA Sederajat Ikuti Seleksi Anggota Paskibra 2021 di Kabupaten Tapin

Baca juga: Aplikasi ASAP Digital Diperkenalkan untuk Pantau Karhutla, Polres Tapin Siap Terapkan

Kemudian dikatakannya pula, kecelakaan akibat jalan rusak, pada dasarnya memang pengendara bisa dapat tuntutan. Dan hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Guntur mengatakan pengendara boleh saja menuntut pihak pelaksana jalan berdasarkan kelas jalan yang ada.

Sedangkan dari pihaknya akan mengecek tempat kejadian kecelakaan, apa betul karena jalan berlubang atau faktor lain.

"Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ di pasal 24 ayat (1) dikatakan penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan potensi kecelakaan berlalu lintas," lanjutnya.

Baca juga: Minta Digelar Operasi Elpiji 3 Kilogram, Camat Tapin Utara : Untuk Tekan Lonjakan Harga

Baca juga: Pemkab Tapin Siap Ekspor Cabai Hiyung, Tujuan Jepang Hingga Arab Saudi

Ia mengatakan, di UU yang sama juga, khususnya ayat 2, tertulis, apabila belum dapat dilakukan perbaikan jalan yang rusak sebagaimana yang dimaksud ayat (1), penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved