Breaking News:

Berita HST

Penambangan Andesit di Pegunungan Meratus Kabupaten HST Ditolak, Ini Alasan Warga

Warga tolak penambangan andesit di Pegunungan Meratus Desa Tandilangan, Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten HST, karena akan sebabkan banjir.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/hanani
Baliho berisi informasi penambangan andesit di Pegunungan Meratus, Desa Tandilang, Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.ID, BARABAI - Rencana usaha penambangan andesit mendapat penolakan dari warga.

Itu setelah ada perusahaan yang memasang baliho besar di Desa Tandilang, Kecamatan Batangalai Timur,  Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Tertulis di baliho tentang telah memiliki izin IUP untuk penambangan andesi. Sementara dari pihak warga, bahkan tak pernah diberitahu terkait izin menambang di daerahnya.

Tokoh masyarakat Batangalai Timur yang juga aktivis pencinta lingkungan, Kasim, mengatakan kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (18/3/2021), cukup beralasan bagi warga untuk khawatir meskipun itu galian C. “Jika dicermati, banyak sekali titik koordinatnya,” kata dia.

Baca juga: Baliho Besar Tambang Andesit di Meratus HST Resahkan Warga, Klaim Miliki IUP 602.000 Hektar

Menurutnya, wilayah seluas 600 hektare jika di Desa Tandilang saja tak mencukup. Khawatirnya, merambah ke Desa Tanah Abang.

Jika itu terjadi, jatuhnya air langsung ke sungai barabai. Itu dikhawatirkan ancaman baru bagi Sungai Barabai yang berhulu di Kecamatan Batangalai Timur dan dan Kecamatan Hantakan.

Warga Kota Barabai, kata Kosim, menolak penambangan tersebut sekalipun masuk galian C.

“Sebab, dampaknya tidak cuma terhadap sungai, tapi juga terhadap jalan dan hutan menjadi gundul. Dampak besarnya, banjir,” urainya.

Baca juga: VIDEO Wisata Kalsel - Kampung Bambu di Tandilang HST, Sajikan View Pegunungan Meratus

Menurut Kosim, akan lebih baik memberdayakan masyarakat melalui proram menanam pohon sengon. Masyarakat pun diimbau agar tak menjual lahan kepada pengusaha.

Program sengon, kata Kosim, bisa dilakukan Pemkab HST bermitra dengan DInas Kehutanan Kalsel.

Disebutkan, ketimbang menanam karet yang sama-sama investasi jangka panjang, sengon lebih menguntungkan. 

“Selain penghijauan, hasilnya bisa dinikmati tanpa merusak lingkungan,“ katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved