Breaking News:

Berita Banjarmasin

DPRD Kalsel Minta Al Quran Terjemah Bahasa Banjar Jadi Souvenir MTQ Nasional

Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin meminta Al Qur'an terjemah Bahasa Banjar menjadi cinderamata di MTQ Nasional

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Ketua Komisi IV Bidang DPRD Provinsi Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, Selasa (17/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Lutfi Saifuddin meminta Al Qur'an terjemah Bahasa Banjar bisa menjadi cinderamata yang sekaligus sebagai salah satu upaya memperkenalkan/menyebarluaskan Bahasa Daerah Banjar ke pelosok nusantara.

"Kebetulan tahun depan, Kalsel akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Nasional. Sehingga momen tersebut untuk mengenalkan Al Qur'an terjemah Bahasa Banjar," ungkapnya Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, penyusunan mushaf Al-Qur'an terjemahan Bahasa Banjar jelasnya dilakukan bertahun-tahun setelah revisi dan penelitian kembali terhadap kebenaran tulisannya, baru 21 November 2020 peluncuran cetakan pertama.

Sedangkan Bahasa Daerah Banjar dalam terjemahan Al Qur'an tersebut lebih dominan menggunakan Bahasa Banjar Hulu daripada Bahasa Banjar Kuala.

Baca juga: Persiapan MTQ Tingkat Provinsi Kalsel Capai 60 Persen, Tuan Rumah Tanahbumbu Target Juara

Baca juga: VIDEO Plh Bupati Kotabaru Minta Qari dan Qariah Terus Berlatih Jelang MTQ Kalsel

Baca juga: MTQ Kabupaten Kotabaru Sukses, Plh Bupati Harap Wakil ke tingkat Provinsi Pertahankan Gelar Juara

Jelasnya mushaf Al Qur'an terjemahan kedalam Bahasa Daerah Banjar (provinsinya) mempunyai nilai-nilai atau banyak manfaat.

Menurutnya selain untuk lebih memudahkan memahami isi kandungan Al Qur'an terutama bagi warga masyarakat Banjar, juga salah satu upaya melestarikan kebudayaan daerah Banjar atau kearifan lokal.

"Apalagi generasi muda urang-urang Banjar sudah banyak yang tidak tahu 'bahasa ibu" (leluhur), sehingga perlu upaya pelestarian di antaranya seperti mencetak Al Qur'an terjemah Bahasa Banjar," tuturnya.

Sebagaimana pelajaran Antropologi Budaya, bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. 

"Bahasa Banjar bagian dari hazanah kekayaan budaya nasional dan bangsa Indonesia yang juga perlu kita lestarikan," lanjutnya.

Baca juga: VIDEO Penutupan MTQN ke- 52 Batola, Rantau Badauh Juara Umum

Sementara kebudayaan merupakan simbol atau perlambang kemajuan suatu bangsa ataupun daerah. Oleh sebab itu menurutnya sejauh memungkinkan Al Qur'an terjemah Bahasa Banjar menjadi ekstrakurikuler sekolah.

Wakil rakyat dari Partai Gerindra itu meminta Biro Kesra Setdaprov Kalsel memperbanyak mushaf Al-Qur'an terjemah Bahasa Banjar tersebut, kemudian membagi-bagikan ke sekolah/madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) di provinsinya yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved