Breaking News:

Karthula Kalteng

Karhutla Kalteng, Warga di Sampit Ini Tak Berani Bakar Lahan

Pemilik lahan di Jalan Soekarno, Kota Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, pilih tunggu saat hujan untuk

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Sarana pendukung untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Suhu udara di Kalimantan Tengah yang dirasa semakin panas,  membuat lahan semak belukar yang ada di pinggiran jalan dari Sampit ke Palangkaraya dan kabupaten lainnya.

Kondisi perubahan iklim ini membuat terjadinya kerawanan kebakaran lahan, terutama di pinggiran kota. Juga,  semak belukar yang ada di jalan arah Sampit maupun Palangkararaya dan Pangkalanbun.

Beberapa pemilik lahan, mengatakan, belum berani membersihkan lahan. Alasannya, cuaca panas, rawan mengakibatkan lahan yang dibersihkan malah akan terbakar.

"Saat ini, membersihkan lahan, rawan terbakar. Makanya kami menunggu musim penghujan saja agar lebih aman membersihkan lahan," ujar Nasir salah satu pemilik lahan di Jalan Soekarno, Kota Sampit, Kotawaringin Timur ( Kabupaten Kotim ) , Kalteng, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Maklumat Kapolda Kalteng Terkait Sanksi Membakar Lahan Disosialisasikan Hingga ke Pelosok

Baca juga: VIDEO Wali Kota Palangkaraya Ingatkan Sanksi Pidana Bagi Warga yang Bakar Lahan

Sementara itu, petugas Polres dan Polda Kalteng terus berupaya melakukan pencegahan terjadinya kebakaran lahan.

Berbagai persiapan dalam mengantisipasi dan mencegah karhutla Kalteng terus dilakukan.

Selain mempersiapkan personel, sarana dan prasarana, Polda Kalteng turut menyebarkan Maklumat mengenai sanksi pidana terhadap pembakaran hutan dan atau lahan.

Dengan harapan, warga menjaga agar lahannya tidak terbakar. "Bisa saja membersihkan lahan asal jangan di bakar," ujar Nashir.

Baca juga: Gubernur Sugianto Minta Kebakaran Lahan di Kobar Kalteng Diproses Hukum, Diduga Sengaja Dibakar

Baca juga: Karhutla Kalteng, Petugas Padamkan Api yang Hanguskan Kebun di Kabupaten Kobar

Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, Maklumat dikeluarkan untuk mengingatkan dan menyosialisasikan kepada masyarakat terkait sanksi pidana jika melakukan tindakan pembakaran hutan dan atau lahan.

"Berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 2001 tentang pengendalian kerusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup yang berkaitan dengan Karhutla, sehingga bisa kena snaksi," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved