Breaking News:

Ikan Kering Khas Rampa Kotabaru

Kuliner Kalsel, Ikan Kering Khas Rampa Kabupaten Kotabaru Diolah Secara Murni

Ikan yang lezat, dikeringkan secara murni tanpa zat campuran, kecuali garam, menjadikannya sebagai oleh-oleh khas dari Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Proses pengolahan ikan kering, Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu (21/3/2021). Ikan kering dari desa ini selalu dijadikan pengunjung sebagai oleh-oleh. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU -  Banyak warga menjadi pengolah ikan asing, di Desa Rampa, Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satunya adalah Burhan. Dikatakan, kegiatan pengolahan ikan asin oleh banyak warga setempat dilakukan sejak puluhan tahun silam.

Bahkan, kata dia, kegiatan pengolahan ikan ini dilakukan secara turun-temurun.

Ia tidak menepis, ikan kering menjadi oleh-oleh favorit bagi para pendatang. Ditambah lagi, proses pembuatan yang dilakukan secara murni, tanpa zat campuran, kecuali garam. 

Baca juga: Kuliner Kalsel, Bulu Ayam dari Rampa Kotabaru Paling Digemari Konsumen

Baca juga: Kuliner Kalsel, Ikan Kering dari Desa Rampa Kabupaten Kotabaru

"Ikan dibeli dari nelayan. Setelah disiang, proses pemajaan satu hari esoknya langsung dijemur kalau cuaca panas," katanya. 

Ikan sudah kering, siap untuk dikonsumsi. Dijual dengan harga bervariasi. Seperti Gulama Rp 25.000 per kilogram, Bece-bece Rp 3.000 per kilogram, Otek Rp 35.000 - Rp 40.000 per kilogram dan ikan Bulu Ayam Rp 70.000 per kilogram.

"Paling banyak dibeli jenis Bulu Ayam, karena renyah dikonsumsi," pungkasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved