Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sempat Diterpa Pandemi Covid-19, Kini Industri Semen Mulai Alami Peningkatan Permintaan

Memasuki Februari 2021 terjadi kenaikan permintaan 1 persen YoY (year over year) dan merupakan kali pertama semenjak pandemi Covid-19.

Agus Rifani untuk BPost
Manajemen PT ITP menggelar webinar, mulai membaiknya penjualan industri semen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Direktur Indocement David Clarke dan Corporate Secretary, Antonius Marcos mengatakan industri semen mulai menunjukkan peningkatan permintaan.

Adanya peningkatan industri semen, menurut Antonius tercatat pada Februari naik 1 persen YoY (year over year) dan merupakan kali pertama semenjak pandemi Covid-19.

Disampaikan dia dalam paparannya, saat menggelar seminar dilakukan secara daring (webinar), Jumat (19/3/21) lalu.

Diakui pula meski perusahaan sempat diterpa berbagai tantangan, mulai dari lebatnya hujan di awal tahun disusul pandemi Covid-19.

Baca juga: Hadiri Musrengbang Kelumpang Hilir Kotabaru, PT Indocement Sampaikan Capaian Program Tahun 2020

Baca juga: Karyawan Indocement di Kotabaru Dilatih Ketangkasan Penanganan Korban Kecelakaan Kerja

Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi termasuk industri semen sempat berada pada titik terendah. Selama triwulan kedua atau ketika awal pandemi, menyusul diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Pemulihan terjadi secara gradual diparuh kedua tahun 2020. Walau relatif lambat karena kasus Covid-19 yang masih meningkat seiring berjalannya pembatasan mobilitas," ujarnya. 

Memang awal 2021 industri semen masih tertekan, karena siklus tahunan musim hujan dan meningkatnya kasus Covid-19 usai libur akhir tahun. 

Setelah ada beberapa kebijakan pemerintah seperti pembentukan Sovereign Wealth Funds (SWF), kredit kepemilikan rumah (KPR) bunga rendah, dan PPN 0 persen untuk kepemilikan rumah jenis tertentu menjadi katalis positif bagi industri semen.

"Pertumbuhan konsumsi semen lebih kuat terjadi pada semester kedua tahun ini, khususnya semen curah dengan dimulainya beberapa proyek besar baik infrastruktur, pembangunan pabrik-pabrik baru, proyek smelting dan pembangunan kawasan industri dan pariwisata baru serta proyek-proyek perumahan dari berbagai developer," terangnya, Minggu (21/3/2021).

Direktur Utama PT ITP Christian Kartawijaya memprediksi prospek pasar semen Indonesia semakin membaik pada 2021 diperkirakan sebesar plus 4% hingga 5% dibandingkan tahun lalu. Selain penjualan semen curah lebih tinggi terutama pada paruh kedua tahun ini.

Baca juga: Indocement Komitmen Terus Bantu Masyarakat melalui Program CSR di Berbagai Bidang

"Ada beberapa alasan yang mendasari. Anggaran infrastruktur tahun 2021 telah dinaikkan sebesar 38% dari tahun 2020. Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) mendapat porsi terbesar APBN 2021 sebesar Rp149,8 triliun, dan anggaran telah terserap hingga sekitar 7% pada awal Februari," jelasnya. 

Prediksi membaiknya penjualan semen, lanjut dia, karena ditopang kenaikan anggaran infrastruktur sebesar 38% dari tahun lalu.

Kementerian PUPR mendapat porsi terbesar dalam APBN 2021 sebesar Rp 149,8 triliun dan serapannya baru 7% per Februari. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved