Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Ayam Potong Melejit, di Banjarbaru Mencapai Rp 75 Ribu Per ekor

Harga ayam jenis broiler di Banjarbaru, Kalsel, biasanya yang kecil Rp 25 ribu, besar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Kini, Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu

BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Ayam jenis broiler di sebuah peternakan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pergerakan harga di pasar mulai merangkak naik, tidak hanya cabai yang mahal hingga menyaingi harga daging sapi, ternyata daging ayam broiler atau ras juga cukup fantastis harganya hingga Rp 75.000 per ekor.

Menurut beberapa pedagang ayam, harga pasaran itu seiring dengan harga pasokan ayam. Saat pasokan mahal, maka mereka menjual dengan harga tinggi ke konsumen.

Anis, pedagang ayam di pasar rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyebut, biasanya ukuran kecil hanya Rp 25.000 dan ukuran besar antara Rp 40.000 sampai Rp 45.000 

Sekarang, untuk harga ayam yang berukuran besar dan beratnya sekitar 1,8 kg  atau 2 kg, bisa mencapai Rp 75.000 - Rp 85.000.

Baca juga: VIDEO Bupati Tapin Tinjau Budidaya Ayam Broiler Program Padat Karya 2020 di Desa Purut

Baca juga: Pascabanjir, Harga Bayam di Pasar Banjarbaru Melambung, Pasokan dari Petani Kosong

"Memang sudah mahal duluan dari broker yang antar, makanya harga daging ayam mengalami kenaikan," ujarnya.

Karena harga ayam saat ini tinggi, dia juga mengurangi persediaan ayam, bahkan lebih banyak menyediakan pesanan pelanggannya saja.

"Biasa saya bisa menjual sampai 100 ekor, sekarang paling banyak 70 ekor," ungkapnya. 

Tingginya harga ayam memang menurunkan  daya beli konsumen, sehingga Anis hanya dominan melayani langganan. Itu pun hanya satu ekor dari yang biasanya beli dua ekor. 

Baca juga: Anggota Pinsar Kalsel Berharap Harga LB Ayam Ras di Tingkat Peternak Ikut Terdongkrak Naik

Kartiyem, pedagang nasi goreng, mengatakan, sejak beberapa hari ini dia terpaksa meniadakan suwiran daging ayam untuk nasi goreng yang dijualnya, karena harga ayam yang sangat tinggi.

"Harga jual nasi goreng Rp 12.000 saja per porsi. Kalau harga ayam mahal begini, bingung kami, sementara kami tidak bisa menaikkan harga," katanya.

Lanjutnya, biasanya paling mahal cuma Rp 45.000, ukuran yang paling besar harganya antara Rp 75.000 bahkan Rp 85.000 per kg. 

"Saya coba beli langsung ke peternak dekat rumah ternyata juga harganya sudah Rp 55.000 per ekor," ujarnya.

Baca juga: Tekan Biaya Pakan, Peternak Ayam di Tanahlaut Gunakan Jagung dan Bungkil Sawit

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Ayam dan Telur di Banjarmasin Terus Meringsek Naik

Akhirnya ia lebih dominan menggunakan telur, malah harga telur turun Rp 21.000 kg jika beli di kandang, Kalau di pasar Rp 23.000 per kg. 

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved