Breaking News:

Berita Kalteng

Pusat Gelontor Pinjaman Bergilir Rp 6 M Untuk Usaha Perikanan dan Kelautan Kalteng

Pemerintah Pusat menggelontorkan pinjaman bergilir Rp 6 miliar lebih, terhadap puluhan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Kalteng.

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Sungai Kahayan Palangkaraya menyimpan potensi pengembangan ikan karamba yang turun-temurun dilakukan warga bantaran sungai tersebut, Senin (22/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Pusat menggelontorkan pinjaman bergilir Rp 6 miliar lebih, terhadap puluhan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Kalteng.

Bantuan yang diberikan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) diarahkan untuk pengembangan usaha.

Direktur LPMUKP, Syarif Syahria menyebut, pinjaman dana bergulir di Provinsi Kalteng total mencapai Rp 6.008.500.000 dan disalurkan kepada lebih dari 67 orang penerima manfaat.

Diharapkan, bantuan tersebut akan terus meningkat kedepannya.

Baca juga: Dinas Perikanan Kapuas Salurkan Bantuan Pakan Ikan Mandiri 2021 untuk Pondakan di Kapuas Kalteng

Baca juga: Sampaikan Keluhan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nelayan Kalsel Dapat Bantuan

Pelaku usaha perikanan dan kelautan di Kalteng mengaku senang atas bantuan tersebut dan berharap besar manfaatnya untuk pengusaha perikanan dan kelautan,  karena saat masa pandemi seperti sekarang semua jenis usaha kena dampaknya termasuk usaha perikanan.

"Semoga bisa lebih baik lagi perikanan kita," ujar Sugianoor, salah satu petani karamba di Palangkaraya, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, Gubernur Sugianto Sabran, mengungkapkan, Kalteng memiliki luas 123.658 kilometer persegi, dengan garis pantai 750 kilometer dan luas laut kurang lebih 150 hektare yang terletak di 7 kabupaten, yakni Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur Seruyan, Katingan, Pulangpisau, dan Kapuas. 

Gubernur Sugianto, mendukung program perikanan KKP di Kalteng, termasuk adanya  Bank Nelayan dan Kampung Ikan.

"Program KKP, perikanan Kalteng juga menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate yang dipusatkan di wilayah Kabupaten Pulangpisau dan Kabupaten Kapuas," ujarnya.

Pembangunan sektor kelautan dan perikanan meliputi revitalisasi kolam dan tambak di kawasan Food Estate.

Kemudian, pengembangan kawasan Budidaya Udang Vaname di Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan, dan kabupaten pesisir lainnya serta pengembangan Budidaya Ikan Lokal, seperti ikan Jelawat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Ikan Betok atau ikan papuyu di Kabupaten Pulangpisau, Ikan Belida di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Barito Selatan, Ikan Sapan di Kabupaten Murungraya, serta Ikan Gabus di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Barito Selatan, semua dikembangkan agar lebih baik lagi," ujarnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Korupsi Mantan Menteri Kelautan Perikanan, Beli Wine dari Hasil Suap

Adanya, sebanyak, 600 danau di Kalteng, ini menjadi potensi luar biasa yang layak dikembangkan.

"Kita cuma mengolah, alam yang menyiapkan. Tinggal kita lihat saat musim kemarau, airnya mengalami kekeringan atau tidak," ujar  Sugianto.(banjarmasinpost.co.id, / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved