Breaking News:

Perjalanan Karir Peloncat Indah Kalsel

 Sekarang Jadi Asisten Pelatih, Ini Prestasi Eka Selama Jadi Atlet Loncat Indah

Eka benar-benar pensiun dari loncat indah pada Januari 2019. Selain menyelesaikan studi, Ia juga merasakan cedera kedua lutut yang semakin parah

istimewa
Peloncat indah kenamaan kalsel, Eka Purnama Indah (berjilbab) kala melatih dan bersama anak didik dan rekan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Eka Purnama Indah  sebenarnya sudah beberapa kali menyatakan pensiun tapi selalu kembali lagi ke arena.

Namun, tekadnya benar-benar pensiun Januari 2019. karena pertama menyelesaikan studi, dan kedua karena cedera kedua lutut yang dialami sudah semakin parah.

Cidera ini dimulai tahun 2012 dan diharuskan operasi jika masih ingin menjadi atlet, dengan biaya yang diperlukan cukup besar baik untuk operasi maupun pasca operasi.

Baginya, menjadi tenaga pengajar/ dosen mempunyai waktu lebih banyak dengan keluarga terutama anak. Sedangkan asisten pelatih belum merasakan enaknya dan belum terlalu intens, karena jarak kolam renang dan tempat kerja yang berjauhan (Banjarmasin-Banjarbaru).

Baca juga: Eka Akui Sulit Seimbangkan Pendidikan dan Olahraga, Tapi Bukan Tidak Mungkin

Baca juga: Utamakan Pendidikan, Eka Pilih berhenti di Loncat Indah Untuk Raih Gelar Dokter

Baca juga: Usia 12 Tahun Eka Hidup Sendiri, Bersekolah di Sekolah Khusus Ragunan Jakarta

Tetapi yang jelas, tugasnya lebih berat karena jika menjadi atlet hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri sedangkan sebagai pelatih harus memikirkan kebutuhan dan kepentingan orang banyak,

Sementara itu dari perjalanan karirnya sebagai atlet loncat indah beragam prestasi di perolehnya antara lain

1.Papan 1 Meter : Medali Perak, Kejuaraan Asia Akuatik, 2007
ASIAN Games Jakarta, 2018, Peringkat 9
2,Papan 3 Meter : Medali Perunggu, SEA Games Jakarta, 1997
3.Grandprix Roma, 1997, Peringkat 18
4.Grandprix Hongkong, 1997, Peringkat 8
5,Kejuaraan Dunia Junior, Penang, 6.1997, Peringkat 14
Grandprix Hongkong, 1998, Peringkat 9
7,Grandprix Wenzhou, 1999, Peringkat 6
8.Medali Perunggu, SEA Games Brunei Darussalam, 1999
9,Kejuaraan Asia Akuatik, Seoul, 2000, lolos prakualifikasi Olympic Games
Olympic Games Sydney, 2000, peringkat 39.
10,Diving Asian Cup, Tianjin, 2001, Peringkat 6
11,Medali Emas, Kejuaraan Asia Akuatik, 2007
12,Medali Perunggu, SEA Games Nay Pyi Taw, 2013
13,Medali Perunggu, SEA Games Kuala Lumpur, 2017
15,Kejuaraan Asia Akuatik, Macau, 2017, Peringkat 13
Sincro
16,Papan 3 Meter : Medali Perunggu, SEA Games Kuala Lumpur, 2001
17,Medali Perunggu, SEA Games Nakhon Ratchasima, 2007
18,Medali Emas, Kejuaraan Asia Akuatik, 2007
19,SEA Swimming Federation, Singapore, 2013, 1 perunggu
20,Medali Perak, SEA Games Nay Pyi Taw, 2013
21,Medali Perak, SEA Games Kuala Lumpur, 2017
22,ASIAN Games Jakarta, 2018, Peringkat 7.

Riwayat Pelatihan :

Pelatihan Pelatih Fisik - KONI Kalimantan Selatan (Banjarbaru, 2006)Elite Sports Conditioning Program - Charles Sturt University (Surabaya, 2009)
Pelatihan Tenaga Laboran Keolahragaan - Kemenpora (Jakarta, 2011)
Level One Strenght and Conditioning Coach - ASCA (Jakarta, 2012)
FINA Diving Judges School – (Kuala Lumpur, 2015)
FINA Clinic for Diving Coaches (Jakarta, 2019)
Pelatihan Pelatih Multilateral – LANKOR (Jogjakarta, 2020)
Pelatihan Selam – POSSI (Banjarbaru, 2020) ,(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved