Breaking News:

Perjalanan Karir Peloncat Indah Kalsel

Utamakan Pendidikan, Eka Pilih berhenti di Loncat Indah Untuk Raih Gelar Dokter

Eka Purnama Indah harus berjuang di PON dan juga Seagames. Disisi lain, dia harus menyelesaikan pendidikannya

istimewa
Eka Purnama Indah Sempat berhenti di Loncat Indah Untuk Raih Gelar Dokter yang ditempuhnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Seiring perjalanan waktu ia pun  memutuskan untuk berhenti loncat indah total pada 2008  dan kemudian menikah dan melanjutkan studi S2 di Jakarta pada 2011. 

Ternyata Kalsel masih mengharapkan ia untuk turun di PON 2012 padahal ia sudah punya anak dan tidak pernah latihan sama sekali selama 3 tahun.

Keuntungan tersendiri karena dirinya  kuliah di Jakarta dimana  pernah tumbuh besar di jakarta, dan diberikan ruang serta kesempatan untuk berlatih bersama di tempat tim nasional berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti Pra kualifikasi PON 2012 hingga PON 2012.

Apakah kuliah saya lancar? tentu saja menjadi tersendat semenjak dirinya  memutuskan untuk menjadi atlet lagi.

Baca juga: Eka Pernah Kecewa dan Mengundurkan Diri dari Pelatnas Loncat Indah

Baca juga: Usia 12 Tahun Eka Hidup Sendiri, Bersekolah di Sekolah Khusus Ragunan Jakarta

Ia kembali tertinggal dengan teman-teman yang lain karena  harus latihan 2 kali sehari dari Senin-Sabtu untuk mengejar kondisi tubuh yang sangat lemah karena sudah menjadi seorang ibu.

Ditambah ketika hasil PON 2012 berada di peringkat 2 nasional yang otomatis akan menjadi tim nasional yang akan dipersiapkan menghadapi SEA Games 2013. 

Penyelesaian tesis semakin tersendat karena harus uji coba keluar negeri beberapa kali.

Peran teman di kampus dan teman di kos sangat membantu dalam hal pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam penyelesaian tesis.

Keuntungan lain karena berada di Jakarta adalah teman-teman yang sudah melek teknologi jadi sangat memudahkan dalam berkomunikasi dan berdiskusi meskipun ia sedang berada di luar negeri.

"Dosen pembimbing serta dosen penguji yang sangat mendukung dengan atlet nasional juga cukup membantu saya dalam toleransi prosedur penyelesaian tesis. Akhirnya tahun 2014 saya menyelesaikan S2 dengan masa studi  5 semester," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved