Breaking News:

Berita Tapin

Divaksin Tahap Kedua, Wakil Bupati Tapin Ingatkan Jangan Lalai Protokol Kesehatan

Wabup Tapin meminta penerima vaksin agar jangan merasa senang telah divaksin, karena hanya menjaga daya tahan tubuh bukan berarti menjadi kebal.

banjarmasinpost.co.id/stan
Wakil Bupati Tapin saat menjalani vaksinasi dosis dua 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Usai menjalani vaksinasi dosis dua, Wakil Bupati Tapin, H Syafrudin Noor meminta kepada seluruh penerima vaksin agar jangan merasa bangga dan senang telah divaksin covid-19.

H Syafrudin Noor mengatakan vaksin hanya sebagai penjaga daya tahan tubuh terhadap virus covid-19, bukan berarti setelah mendapatkan vaksin menjadi kebal.

"Divaksin bukan berarti kebal dari covid-19, hanya untuk menambah kekebalan tubuh dari virus namun masih dapat terpapar covid-19," ungkapnya, Rabu (24/3/2021).

Ia mengatakan meskipun sudah menjalani vaksinasi hingga dosis dua, tetapi mengabaikan protokol kesehatan maka kemungkinan besar terpapar covid-19 sangat terbuka.

Baca juga: Pasca Banjir, Warga Tapin Gotong Royong Dibantu Aparat Buka Jalan Usaha untuk Pertanian

Baca juga: Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa Untuk Lansia di Tapin Langsung Diantar Ke Rumah

"Saya meminta kepada para penerima vaksin untuk tidak merasa bangga dan senang setelah mendapatkan vaksin tetapi semakin perketat disiplin protokol kesehatan karena vaksin hanya meningkatkan kekebalan tubuh," lanjutnya.

Ia juga meminta para penerima vaksin agar menjadi contoh bagi masyarakat ketat jalankan protokol kesehatan.

Jangan lalai apalagi yang aktif bekerja di luar rumah.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan Tapin, H. Alfian Yusuf mengatakan saat ini proses pemberian vaksin tahap kedua terus berjalan.

Baca juga: Petugas Gabungan Gelar Razia di Rutan Kelas IIB Barabai, Temukan Tiga Pencukur Jenggot

Baca juga: Mahrita Mauliyani, Wakil Kalsel di Lida Indosiar Siapkan 200 Lagu dari Berbagai Genre

Pihak TNI kini telah selesai diberikan dosis kedua, sedangkan anggota kepolisian diberikan dosis kedua hari ini dan besok.

"Saat ini jangka waktu pemberian vaksin dari dosis pertama dan kedua dari 14 Hari hingga 28 Hari," jJelasnya

Ia mengatakan untuk ASN juga terus dilakukan, namun untuk tenaga pendidik masih terkendala karena jumlah vaksin masih terbatas, sedangkan jumlah tenaga pendidik sebanyak 3000 orang lebih.

"Saat ini kami telah meminta vaksin dalam jumlah besar kepada pihak provinsi kalsel," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stan)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved