Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Dorong Sektor Porang Harus Ada Pabrik

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel sebut petani menjual umbi porang ke Jawa Timur. Porang diolah jadi tepung untuk kemudian di ekspor ke Jepang.

ANTARA FOTO
Budi daya porang di Kudus, Jawa Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Porang merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh secara liar di hutan maupun lahan perkebunan karet.

Tanaman porang kini sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan oleh masyarakat, termasuk di Provinsi  Kalimantan Selatan.

Mengingat, akhir-akhir ini banyak diketahui bahwa tanaman tersebut punya nilai ekonomi yang lumayan tinggi. 

Porang, bisa diolah sebagai bahan baku pembuatan produk seperti kosmetik. Juga bahan pangan, tepung.

Baca juga: Perbuatan Gisel pada Nobu Seusai Bertemu Lagi di Sidang Penyebar Video Syur Terungkap

Baca juga: Ini Wajah Asli Ayu Ting Ting, Disebut Igun Lebih Cantik dari Zaskia Gotik, Cita Citata & Via Vallen

Namun, saat ini di Kalsel belum ada industri yang mengolah porang tersebut menjadi bahan jadi yang bernilai jual tinggi. 

Daerah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, menjadi daerah dengan tingkat tertinggi dalam produksi porang liar. 

Kepaia Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Rabu (24/3/2021), mendorong petani dan pelaku usaha di Kalsel bertani porang. 

"Hanya saja sementara ini belum ada pabrik porang di Kalsel, sehingga petani menjual bahan baku berupa umbi porang dengan pangsa pasar dalam negeri, khususnya dijual ke Jawa Timur. Di Jawa Timur, porang kemudian diolah menjadi tepung untuk kemudian di ekspor ke Jepang," bebernya.

OIeh karena itu, lanjut Birhasani, beberapa waktu lalu Disdag Kalsel sudah melakukan temu koordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kalsel membahas peluang 

Di Jawa Timur, porang kemudian diolah menjadi tepung untuk kemudian di ekspor ke Jepang. 

Oleh karena itu, lanjut Birhasani, beberapa waktu lalu Dinas Perdagangan Kalsel sudah melakukan temu koordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kalsel membahas peluang ekspor tersebut. 

"Dinas Perdagangan Kalsel sangat mendukung jika ada pelaku usaha di Kalsel yang berminat untuk melakukan ekspor,” kata Birhasani.

Terkait dengan perizinan ekspor, Birhasani mengaku siap memberikan konsultasi tentang peluang pasar dan mekanisme ekspor, hingga kelengkapan berbagai dokumen ekspor. 

"Saya berharap ada investor yang mau membangun pabrik pengolahan berbagai produk dari porang di Kalsel, sehingga petani kita menjual bahan baku berupa porang tersebut cukup di Kalsel, yang kemudian setelah bernilai tambah menjadi suatu produk, baru produknya dijual untuk pasar dalam negeri maupun ekspor, ini jauh lebih menguntungkan dan bernilai ekonomi yang tinggi,” kata Birhasani.

Baca juga: Gaji Dimas Disebut Rp 100 Juta Per Minggu, Tampilan Layar Hp Anak Didik Raffi Ahmad & Nagita Disorot

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved