Breaking News:

Berita Palangkaraya

Anggaran PEN 2021 Capai Rp 699,43 Triliun, Kalteng Fokus Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Pusat menambah anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 mencapai Rp699,43 triliun lebih besar

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Rihando. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Pusat menambah anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 mencapai Rp699,43 triliun lebih besar dari alokasi anggaran yang sama untuk tahun sebelumnya yang difokuskan untuk lima bidang yang menjadi prioritasnya.

Fokus penggunaan anggaran PEN tersebut, untuk lima bidang yakni kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, insentif usaha, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi. Program PEN tersebut merupakan kebijakan extra ordinary yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi kejadian extra ordinary akibat pandemi Covid-19.

Dalam, kegiatan Diseminasi laporan perekonomian Kalimantan Tengah dengan tema Strategi Fiskal Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah yang digelar Bank Indonesia (BI) Kalteng, Kamis (25/3/2021) Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rihando, mengungkapkan, Kalteng saat ini fokus melakukan percepatan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Pencairan BPUM alias BLT UMKM Mulai Maret 2021, Simak Daftar Tempat dan Persyaratannya

Baca juga: Penyakit Nia Ramadhani Tak Cuma Kekurangan Zat Besi, Istri Ardi Bakrie Kembali Dilarikan ke Amerika

Baca juga: Penyakit Nia Ramadhani Tak Cuma Kekurangan Zat Besi, Istri Ardi Bakrie Kembali Dilarikan ke Amerika

Menurut dia, Kalimantan Tengah telah menyusun APBD 2021 dengan fokus pada percepatan pemulihan ekonomi, sehingga alokasi anggaran yang memadai untuk penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan percepatan realisasi anggaran daerah perlu menjadi perhatian serius.

"Sejalan dengan strategi kebijakan nasional, sinergi dan sinkronisasi program pemulihan ekonomi nasional dan daerah diharapkan dapat mempercepat dalam pemulihan ekonomi, sehingga masyarakat dapat kembali meningkat tingkat kesejahteraanya," ujarnya.

Dia menjelaskan, tahun 2020, kinerja ekonomi Kalimantan mengalami penurunan yang signifikan di hampir semua sektor. Dari sisi permintaan tercatat komponen ekspor mengalami kontraksi sebesar 7,23 persen year on year (yoy) menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 4,08 persen (yoy).

Perkembangan ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2020 tercatat terkontraksi sebesar 1,40 persen (yoy) menurun signifikan dari tahun 2019 yang tumbuh positif mencapai 6,09persen (yoy).

"Dampak menurunnya pertumbuhan ekonomi berimbas pada terjadinya pengurangan tenaga kerja serta naiknya angka kemiskinan," ujarnya sehingga diperlukan langkah tepat dan cepat untuk menpurangi dampak negatif dari Covid-19. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved