Breaking News:

Kriminalitas Tapin

VIDEO Korupsi Kalsel, Satu ASN Dinas PUPR Tapin dan Kontraktor Tersandung Proyek Siring

Proyek Siring Sungai di Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin ambrol, negara rugi Rp 500 juta. Jaksa tetapkan satu ASN PUPR dan kontrakto sebagai tersangka

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Oknum ASN Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapin, berinisial RJS (37), dan seorang kontraktor, FF (37), ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tapin.

Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Proyek Siring Sungai di Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Saat konfrensi pers, Kepala Kejaksaan Negeri Tapin, Zaenul Abidin Nawir, Rabu (24/3/2021), mengatakan, atas dugaan kasus pembangunan proyek tersebut, kedua tersangka merugikan negara sekitar Rp 500 juta.

"ASN PUPR yang bekerja sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial RJS (37) dan seorang kontraktor dari CV Firdaus berinisial FF (37) dengan proyek yang dikerjakan tidak sesuai konstruksi pada akhir 2018 dan ambruk sekitar bulan April 2019," ungkapnya.

Baca juga: Korupsi Kalsel : Penyidik Kejati Serahkan 3 Tersangka Kasus RSUD H Boejasin Pelaihari ke Jaksa Tala

Baca juga: Rugikan Negara Rp 2,7 Miliar, Dugaan Korupsi Dana Hibah di KONI Tabalong Segera Disidangkan

Baca juga: Korupsi Kalsel : Kasus Pengadaan Kursi Tunggu, Kejari Tanbu Tahan PTT BPKAD, Ini Alasan Penahanan

Terhadap kasus ini, pihak Kejari Tapin telah melakukan kerja sama dengan ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk menghitung angka kerugian negara.

"Terkait rincian kasus ini, jelasnya nanti di persidangan yang akan digelar paling lambat Rabu, 31 Maret 2021. Karena, berkas-berkasnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banjarmasin," imbuh Zaenul.

Ia mengatakan terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman di pasal 2 paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan di pasal 3, ancaman hukuman paling cepat 1 tahun dan paling lama 20 tahun. 

Baca juga: Korupsi Kalsel, Kejati Kalsel Periksa 20 Saksi Kasus Kas PD Baramarta Kabupaten Banjar

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel: Tim Kejari Kabupaten Banjar Tangkap Kades Sungai Sipai

"Terkait penahanan terhadap kedua tersangka, kami belum melakukan dikarenakan keduanya sedang berada di kediaman masing-masing akibat salah satu reaktif Covid-19 dan yang satunya mengidap penyakit jantung," lanjutnya.

Ia berharap dengan adanya kasus ini menjadi  cermin ke depan, khususnya dalam pembangunan di Kabupaten Tapin, Kalsel, betul-betul dikerjakan dengan baik dan benar oleh para pelaksana.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved