Breaking News:

Berita Kapuas

Tuberkulosis Day 2021, RSUD Kapuas Sampaikan Penyuluhan Ini ke Masyarakat

RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kualakapuas melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama dr Erny Indrawati melaksanakan Penyuluhan Kesehat

Foto RSUD Kapuas
dr Erny Indrawati dan Penyiar RSPD Kapuas 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kualakapuas melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama dr Erny Indrawati melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.

Itu dilaksanakan dalam momen memperingati Hari TBC Sedunia (TBC Day). Penyuluhan dilakukan, Kamis (25/3/2021) melalui siaran Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kapuas 91,4 FM.

dr Erny menjelaskan TBC Day diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Tema global tahun ini adalah "The Clock is Ticking" dan tema nasional yang dipilih adalah "Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa Dari TBC".

Ia mengatakan, TBC (saat ini disebut TB) merupakan penyakit menular yang dapat menyerang semua golongan masyarakat dan dapat menurunkan produktivitas, terjadinya kecacatan, dan bahkan kematian.

Baca juga: Dua Kali Terpapar, Kapolres Kapuas Ingatkan Masyarakat Jangan Anggap Remeh Covid-19

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Wartawan di Kapuas Sudah Jalani Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Baca juga: Satgas Covid-19 Kapuas Mulai Terapkan PPKM Mikro, Tekankan Desa dan Kelurahan

Baca juga: Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Kapuas, Ini yang Disampaikan Bupati

Sampai saat ini sebagian masyarakat masih berpikir bahwa TB adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh kutukan atau karena guna-guna, pemikiran seperti ini adalah keliru karena TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB yang disebut Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini sebagian besar menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain, misalnya kulit, tulang, otak, ginjal, kelenjar dan lain-lain. Kuman ini dapat bertahan hidup selama beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena matahari.

"Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara dengan kasus TB yang tinggi, untuk menurunkan jumlah kasus diperlukan kerjasama semua pihak, dari diri pasien sendiri, keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah," terangnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, gejala utama yaitu batuk terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih.

Gejala lain yaitu batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, lemas, demam/ meriang berkepanjangan, berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan.

Halaman
123
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved