BTalk

BTalk, Kalsel Urutan Tiga Terendah Pengonsumsi Sayur dan Buah

Makana bergizi menurut pakar dari RSUD Ulin Banjarmasin tidak hanya yang mahal, terkandung di tempe, tahu, jagung, singkong, protein nabati, mineral.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Maya Midiyatie Afridha,S.Gz,RD Dietisien RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam program BTalk yang dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (23/3/2021) sore. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Empat sehat lima sempurna. Demikian jargon makanan bergizi yang sering digaungkan sejak lama. Sayangnya masih banyak mayarakat yang mengabaikan hal tersebut.

Bahkan konsumsi Sayur dan Buah-buahan dalam keseharian masih belum menjadi perhatian penting terutama di perkotaan.

Maya Midiyatie Afridha,S.Gz,RD Dietisien RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengungkapkan, berdasar data penelitian kesehatan bahwa di Kalsel terbilang rendah dalam mengonsumsi sayur dan buah.

"Kalsel urutan tiga dari bawah untuk provinsi di Indonesia yang masyarakatnya mengonsumsi sayur dam buah," jelasnya saat menjadi narasumber acara Btalk, Health and Beauty, Selasa 23 Maret 2021, pukul 16.00 Wita.

Baca juga: Pertemuan KPU Tapin dan KPU Kalsel di Banjarmasin Bahas Teknis PSU Pilgub

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran, ASN Pemko Banjarmasin Ini Pilih Tak Pulang ke Kaltim

Asupan Gizi Menangkal Pandemi, demikian tema perbincangan yang dipandu host Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post yang rekamannya juga bisa disaksikan di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan juga Facebook BPost Online. 

Menurut Maya, anggapan sebagian masyarakat bahwa makanan bergizi makanan itu mahal contohnya daging, susu dan keju. 

"Padahal, ikan, tahu dan tempe itu murah dan merupakan makanan bergizi," jelasnya.

Sambungnya, ada lima sumber gizi yaitu pertama karbohidrat yang bisa didapat dari nasi, jagung, singkong. Kemudian kedua, protein nabati dan hewani. Selanjutnya ketiga, lemak. Keempat vitamin dan kelima mineral.

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Dinkes Banjarmasin Jadwalkan Vaksin di Pasar Lama dan Pasar Baru Permai

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Pemprov Kalsel Masih Tunggu Surat Resmi

Mengukur keperluan gizi bisa dianalogikan dengan tangan. Ukuran telapak tangan sebagai acuan porsi protein.

Kepalan tangan sebagai acuan porsi sayur dan buah. Tangkup tangan sebagai acuan porsi karbohidrat. Ibu jari sebagai acuan porsi lemak.

Dalam pola makan juga harus diperhatikan adalah postur seseorang. Bagi yang berat badannya berlebih,  metodenya adalah 5-7-5 yaitu lima sendok nasi padq pagi, tujuh sendok saat siang dan lima sendok malam hari.

Berbeda dengan orang berpostur normal ukurannya 7-10 -7 atau tujuh sendok nasi pada pagi, sepuluh sendok saat siang dan tujuh sendok malam.

Baca juga: VIDEO TPS di Jalan Veteran dan Pramuka Ditutup Pemko Banjarmasin

Khusus makan malam sebailnya tidak boleh lewat pukul 19.00. Kalaupun ada hal tertentu misal kerja malam,  maka maksimal makan adalah pada pukul 22.00 Wita.

Nah, makanan bergizi yang bisa disajikan untuk keluarga tercinta, lengkapnya bisa simak video di bawah ini:

( Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved