Breaking News:

TECHNO

Snack Video Kini Telah Kantongi Izin OJK, Sempat Diblokir dan Masuk Daftar Situs Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa aplikasi Snack Video telah dinyatakan legal dan memiliki izin beroperasi di Indonesia.

KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi aplikasi Snack Video di Play Store. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa aplikasi Snack Video telah dinyatakan legal dan memiliki izin beroperasi di Indonesia.

Sejak 23 Maret, aplikasi ini telah dapat diakses kembali usai dinyatakan legal serta memenuhi seluruh perizinan yang dibutuhkan.

Sebelumnya aplikasi ini sempat diblokir lantaran masuk dalam situs ilegal lantaran belum memenuhi perizinan yang disyaratkan.

Masyarakat juga sempat diimbau untuk berhati-hati terhadap situs ilegal yang dirilis OJK, salah satunya Snack Video.

Baca juga: Cara Memulihkan Data Setelah WhatsApp Down, Sempat Pula Facebook Error, Instagram dan WhatsApp Error

Baca juga: Kapal Ever Given Tersangkut, Terusan Suez Pun Macet, Militer Amerika Siap Bantu

"Snack video telah memenuhi perizinan kegiatan di Indonesia," ujat Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/3/2021).

Selain sudah dinyatakan legal dan memenuhi perizinan, Tongam juga menyebut aplikasi Snack Video ini sudah mendapat Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari Kominfo.

Berdasarkan daftar PSE Kominfo, Snack Video terdaftar sistem elektronik dengan nomor tanda daftar 000251.01/DJAI.PSE/03/2021 pada 04 Maret 2021 dengan alamat snackvideo.com.

Snack Video melalui aplikasi juga telah mengirimkan notifikasi ke pengguna, bahwa Snack Video telah bisa digunakan dengan normal.

Tampilan layar notifikasi di Aplikasi Snack Video yang telah dinyatakan legal.
Tampilan layar notifikasi di Aplikasi Snack Video yang telah dinyatakan legal. (Snack Video)

Sebagaimana diketahui, Snack Video diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak 2 Maret lalu atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Halaman
123
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved