Breaking News:

Berita Ekonomi

Asosiasi Travel di Banjarmasin Menolak Jika Swasta Juga ikut Dilarang Mudik Lebaran 2021

Salah satu pengusaha travel yang juga ketua Asosiasi Travel tidak sependapat jika swasta ikut ikutan dilarang mudik.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ilustrasi: Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Salah satu pengusaha travel yang juga ketua Asosiasi Travel di Banjarmasin Saridi Salimin tidak sependapat jika swasta ikut ikutan dilarang mudik.

"Sebenarnya mudik itu tidak harus dilarang, karena ini perintah Allah untuk menyambung silaturahmi. Siapa menyambung silaturahmi dijanjikan akan murah rejeki, sehat jasmani dan rohani serta umur panjang. Tinggal pengaturan protokol kesehatan saja dijalankan, " kata Saridi Salimin.

Menyoal larangan terhadap ASN, sambung Saridi, mungkin pemerintah bisa memberikan pressure kapada aparatur sipil negara (ASN)."Tapi kalau ke pihak pengusaha dan swasta pasti tidak akan taat pada aturan tersebut," jelasnya.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Masyarakat Tidak Boleh Keluar Daerah Periode 6 -17 Mei 2021

BREAKING NEWS: Mudik 2021 Ditiadakan, Cuti Bersama Idul fitri Tetap Satu Hari

Baca juga: VIDEO Masih Zona Orange, Nisfu Syaban Santri Banjarbaru Dilarang Mudik

Menurut Kepala BKD Kalsel, Sulkan imbauan larangan Mudik dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, disingkat Kemenko PMK RI, belum ada tembusan.

" Belum ada. Nanti kalo sudah ada arahan terkait larangan mudik tentunya kami akan segera tindak-lanjuti sesuai ketentuan," sebut Sulkan, Minggu (26/3/2021).

Diketahui, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan larangan mudik lebaran tahun ini akan dimulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang tejadi sebelumnya yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved