Breaking News:

Berita HSS

Harga Kemiri di Desa Ulang Kandangan HSS Turun, Pengepul Pilih Tahan Barang

Dalam sebulan terakhir harga kemiri di tingkat pengepul dan petani di Desa Ulang Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan S

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Satunya proses pengupasan kemiri di Desa Ulang Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dalam sebulan terakhir harga kemiri di tingkat pengepul dan petani di Desa Ulang Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan.

Dampaknya, petani kemiri tak lagi memanen kemiri seperti biasanya.

Bahkan, kemiri yang biasanya ramai dikirim hingga ke luar provinsi seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kini ditahan sementara.

Pasalnya, harga kemiri yang awalnya Rp 30 ribu per kilogram kini hanya Rp 25.500.

Baca juga: Jelang Ramadhan 1442 H, Bupati HSS Sowan ke Rumah KH Marzuki

Baca juga: Rumah Tahanan Kelas IIB Kandangan HSS Dirazia, Temukan Sendok dan Sikat Gig

Baca juga: Seleksi CPNS Kalsel, Pemkab HSS Usulan 1.110 Formasi CPNS ke Kemenpan RB, Ini Rinciannya

Harga ini merupakan harga yang dikirim pengepul ke pasar. Baik itu Kota Banjarmasin, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Barat.

Pengepul kemiri sekaligus petani di Desa Ulang, Jani mengaku, sudah sebulan menahan kemiri.

Hal ini karena harga kemiri yang terus turun. Menurutnya, normalnya harga kemiri mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Dengan penurunan harga kemiri saat ini, ia mengaku merugi.

Ia menghitung, harga kemiri dari petani belum kupas Rp 8 hingga Rp 9 ribu ribu per kilogram.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved