Breaking News:

Karhutla Kalteng

Karhutla Kalteng, Kebakaran Lahan Palangkaraya Masih Skala Kecil

Data BPBD Palangkaraya, pada awal 2021, telah terjadi sebanyak lima kali karhutla dan satu hotspot terpantau. Namun, semua bisa segera dipadamkan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan Kota Palangkaraya sudah siap dengan peralatan untuk pencegahan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jajaran BPBD dan Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memantau lahan semak belukar yang di pinggiran kota.

Pasalnya, karhutka yang sering terjadi adalah lahan semak belukar yang banyak ditumbuhi rumput ilalang yang tak terawat. Ketika musim kering, sangat rawan terbakar.

Petugas juga memantau lahan-lahan yang tumbuhan liarnya sudah menguning karena kekeringan akibat panas menyengat.

Informasi dari BPBD Palangkaraya, pada awal 2021, telah terjadi sebanyak lima kali karhutla dan satu hotspot terpantau. Namun, semua itu bisa ditanggulangi petugas sehingga tidak meluas.

Baca juga: Karhutla Kalteng, Warga di Sampit Ini Tak Berani Bakar Lahan

Baca juga: VIDEO Pemprov Kalteng Siapkan Rp 100 Miliar dan 8.000 Personel untuk Atasi Karhutla

Namun begitu, Kepala BPBD Palangkaraya, Emi Abriyani, mengatakan, karhutla yang terjadi hanya skala kecil dan bisa ditanggulangi.

"Dari catatan kami, ada lima kejadian kebakaran lahan, namun skalanya masih kecil dan dapat tertangani dengan baik oleh petugas gabungan di lapangan,” ujarnya, Minggu (28/3/2021).

Kerawanan karhutla Kalteng khususnya di wilayah Kota Palangkaraya, terutama kawasan yang masih terhampar luasan atau lahan kosong yang belum digarap pemilik.

Serta, sebagian besar masih terdiri dari lahan semak belukar dan hutan. "Ini yang terus kami pantau agar tidak terbakar," tandas Emi.

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Bentuk Satgas Pengendalian Karhutla

Baca juga: VIDEO Wali Kota Palangkaraya Ingatkan Sanksi Pidana Bagi Warga yang Bakar Lahan

Penanganan karhutla di Palangkaraya dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni prabencana meliputi pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.

Kemudian tahapan penanganan bencana dan dilanjutkan tahapan pascabencana, dengan harapan jika terjadi kebakaran bisa segera ditanggulangi.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved