Breaking News:

Berita HSS

VIDEO Harga Kemiri Turun, Pengepul di Loksado HSS Kalsel Pilih Tahan Barang

Pengepul kemiri di Desa Ulang Kecamatan Loksado Kabupaten HSS Kalsel memilih menahan kemiri karena harga yang mengalami penurunan

Biaya tersebut belum harga kayu bakar untuk merebus kemiri.

"Karena harga turun makanya kami tahan," katanya.

Dalam sebulan, bebernya Desa Ulang bisa mengirim lebih dari dua ton kemiri ke luar daerah. Hal itu tergantung permintaan pasar.

Jika harga kemiri turun, otomatis harga kemiri di tingkat petani juga mengalami penurunan. Sedangkan, sebagian besar mata pencarian warga Ulang yakni petani kemiri.

"Kami berharap harga kemiri bisa normal kembali," harapnya.

Untuk mengupas kemiri agar bulat sempurna, warga Ulang Tohalus, membeberkan kemiri direndam terlebih dahulu satu malam. Kemiri ini direndam sebelum direbus.

Dijelaskannya proses rendam dan rebus tergantung usia kemiri. Misal kemiri yang dipanen sekitar satu tahun lalu maka proses rendamnya memakan waktu lebih lama dari kemiri baru di panen. Begitu pula proses rebusnya.

Normalnya kemiri yang baru lebih singkat yakni satu malam rendam dan dua jam rebus. Kemudian, kemiri akan ditiriskan sebelum di sangrai kembali untuk menghilangkan air.

"Kalau bahasa kami disini disalai. Sampai kering. Setelah itu dijemur dan dipukul untuk menghancurkan kemiri. Kemudian dikupas. Setelah dikupas juga harus dijemur. Proses paling memakan waktu yakni memukul kemiri agar pecah itu harus satu-satu. Kemudian dijemur agar tidak berjamur," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved