Breaking News:

Berita Kalteng

Polda Kalteng Tetapkan Bos Minyak H Lulu sebagaiTersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Ingkar janji dalam perjanjian kerjasama, bos minyak H Lulu dilaporkan mitra kerjanya ke Polda Kalteng, kini dia ditetapkan sebagai tersangka

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Jauhari Arifin , Minggu (28/3/2021) malam, saat membeberkan kronologis pelaporannya terhadap H Lulu di Polda Kalteng hingga akhirnya Bos Minyak di Sangatta Kaltim tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalteng terkait dugaan penipuan dan penggelapan kerjasama distribusi solar di Kalteng 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah menetapkan H Kinzu alias H Lulu sebagai tersangka penipuan dan penggelapan terhadap Bos PT Sumber Mitra Keluarga (PT SMK) yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar minyak khususnya solar, untuk kebutuhan industri di Kalimantan Tengah.

H Kinzu berdomisili di Kabupaten Sangatta, Kalimantan Timur, dia adalah pemilik perusahaan PT.SMK yang membuka cabang di Kalimantan Tengah untuk menyuplai bahan bakar minyak terutama solar untuk keperluan industri.

Di Kalteng dipercayakan kepada Jauhari Arifin sebagai kepala cabang yang bekerjasama sejak tahun 2017.

Penetapan H Lulu sebagai tersangka setelah adanya laporan resmi dari Jauhari Arifin, Kepala Cabang perusahaan di Kalteng yang merasa ditipu oleh H Lulu.

Baca juga: Wawan Wanisar Meninggal Dunia, Sosok Pemeran Pierre Tendean di Film Pengkhianatan G 30 S/PKI

Baca juga: Diduga Dalangi Pembalakan Liar, Dirut PT KAB Ditangkap Ditreskrimsus Polda Kalteng

Sejak awal bekerja dia dianggap ingkar janji tidak memberikan hak nya sebagai karyawan perusahaan atas kerjasama pemasaran solar hingga ke 29 perusahaan yang ada di Kalteng.

Akhirnya dia melaporkannya ke Polda Kalteng.

Minggu (28/3/2021) malam, Jauhari Arifin, mengungkapkan, kerjasama mereka dalam bentuk pembayaran fee dalam setiap penjualan solar ke perusahaan yang dihitung perliter solar.

Setiap liternya H Lulu wajib membayarkan Rp200 dan ketika dikalkulasi yang harus diberikan Rp800 juta sebulan sesuai jumlah liter penjualan solar ke perusahaan di Kalteng yang jadi pelanggannya.

"Karena pelanggan saya banyak, sehingga jumlah fee yang harusnya dibayar H Lulu seluruhnya mencapai Rp2 miliar lebih, tapi dia merasa keberatan, sehingga minta diturunkan fee penjualan perliter menjadi Rp100 saja. Saya terima, tapi saya kecewa setelah beberapa kali mediasi sampai sekarang yang bersangkutan tidak juga mau membayar sehingga akhirnya saya laporkan ke Polda Kalteng," ujarnya.

Baca juga: Pembunuhan di Banjarmasin, Pemuda Sungai Andai Tewas Ditombak, Pelaku Ngaku Kesal Tak Digubris

Baca juga: Pembacok Berparang di Kintap Tala Ternyata Berteman dengan Korban, Penyebabnya Diduga Hal Sepele ini

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved