Breaking News:

Berita Tabalong

Sekolah di Tabalong Bisa Diizinkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Setelah Lolos Verifikasi

Evaluasi sekolah-sekolah di Tabalong yang telah laksanakan PTM menunjukkan hasil yang bagus, akan dibuka peluang melaksanakan PTM

Penulis: Dony Usman
Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Tiga Pilar Tanjung Tabalong SaatSambangi SMPN 1 Tanjung yang laksanakan PTM 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) sudah ada berlangsung di beberapa SD dan SMP di Kabupaten Tabalong.

Pelaksanaan PTM di beberapa sekolah ini sudah mulai diberlakukan di Tabalong sejak awal Januari tadi.

Dari data yang ada, izin menggelar PTM baru diberikan bagi 32 SD dan juga untuk 7 SMP se Kabupaten Tabalong.

Pelaksanaan PTM ini juga sudah mendapat peninjauan dari Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, dalam rangkaian pencanangan Gerakan Sejuta Masker Jilid II dan peluncuran Aplikasi RT Cegah Covid-19, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Dukung Gerakan Sejuta Masker di Tabalong, Pameran Bonsai Jalanan akan Bagikan Masker

Baca juga: Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Tabalong Buat Program Polantas Bajalan

Saat itu Pj Gubernur Kalsel melihat langsung bagaimana penerapan PTM di satu sekolah dasar dan juga pada satu SMP.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, mengatakan, evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang telah laksanakan PTM menunjukan hasil yang bagus.

Sehingga akan dibuka peluang kembali bagi sekolah lainnya yang siap melaksanakan PTM di tempatnya masing-masing.

"Setelah hampir dua bulan ini kita evaluasi, tidak ada terjadi kluster, tidak ada yang positif," katanya.

Meski ada peluang sekolah untuk laksanakan PTM, imbuh Taufik, mereka tidak bis langsung menggelar begitu saja.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Warga Kabupaten Tala Kalsel dan 8 Bungkus Sabu Diamankan di Sampit

Baca juga: Miana Makin Viral, Kini Si Bayam-bayaman Banyak Diburu Penghobi Tanaman Hias di Kalsel

Termasuk pemberian izin juga tidak bisa langsung diberikan karena terlebih dahulu harus menjalani proses verifikasi, di antaranya terkait kesiapan penerapan protokol kesehatan.

"Dalam verifikasi itu akan dilihat bagaimana kesiapan penerapan protokol kesehatan, bila tidak terlaksana maka akan kami coret," tegasnya.

Proses verifikasi sendiri dilakukan setelah dinas pendidikan mengusulkan ke satgas dan barulah dilaksanakan verifikasi oleh puskesmas bersama satgas kecamatan.

Selain itu agar menunjang pelaksanaan PTM ini maka sesegeranya para tenaga pendidik akan menjalani tahapan vaksinasi Covid-19.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved