Breaking News:

Berita HST

Defisit Rp 290 Miliar, Pemkab HST Lakukan Efesiensi, Dana Hibahpun  Kena Pangkas

Mengalami defisit sebesar Rp 290 miliar, Pemkab HST tahun ini melakukan efisiensi di pada sebagian besar sektor

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Prokom Pemkab HST
Ilustrasi-BupatI HST H Aulia Oktviandi memberikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi dii DPRD HST terkait pengajuan tiga Raperda oleh Pemkab HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Mengalami defisit sebesar Rp 290 miliar, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), melalui tim anggaran kini melakukan efesiensi dengan cara refokosing atau pergeseran anggaran di seluruh SKPD.

Pemangkasan dilakukan harus dilakukan, karena sisa lebih penggunaan anggaran(Silpa) APBD sebelumnya, tak mencukupi menutup defisit tersebut.

Kepala Bagian Keuangan Pemkab HST, Teddy Taufani menjelaskan, Silpa tahun 2020 sebesar Rp 115 miliar sehingga masih kurang Rp 175 miliar.  Adapun total APBD HST 2021, untuk sektor pendapatan Rp 1,180 triliun,  dengan total belanja Rp 1,470 triliun.

“Belum lagi bicara pemangkasan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus oleh pemerintah pusat,”katanya saat dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/3/2021).

Baca juga: Defisit Anggaran Rp 127 Miliar, Pemkab Banjar Minta Perusahaan Daerah Tingkatkan Setoran PAD

Baca juga: Penyampaian Raperda APBD 2021 Kabupaten Tanahbumbu, Ada Defisit Sebesar Rp 356 Miliar

Baca juga: Jiwasraya Butuh Rp 32 Triliun untuk Menambal Defisit Keuangan, Komisi VI DPR Rekomendasikan ini

Mengenai besarnya pemangkasan, jelas Tedy Variatif disesuaikan prioritas di masing-masing SKPD.

Adapun pos anggaran yang mengalami pemangkasan dengan tujuan efesiensi seperti jatah bahan bakar minyak operasional para pejabat pemerintahan.

Tak hanya itu, biaya perjalanan dinas juga  mengalami pemangkasan karena selama pandemic covid-19 kegiatan rapat koordinasi dengan Pemprov maupun pemerintah pusat lebih sering secara virtual.

Selanjutnya, alat tulis kantor,  uang makan dan minum saat rapat, menjamu tamu yang dipangkas 50 persen.

“Termasuk dana hibah, dibatasi dan rata-rata mengalami pemangkasan,”tambah Tim anggaran Pemkab HST juga memangkas honor-honor kepanitiaan, seperti untuk kegiatan sosialisasi.

Termasuk honor penyusunan laporan yang melibatkan beberapa SKPN, dipangkas sebesar 75 persen.

Baca juga: Iuran BPJS Naik, RAPBD HST 2020 Alami Defisit, Ini Penjelasan Sekda

Kegiatan lainnya yang anggarannya dipangkas adalah pemeliharaan peralatan mesin dan kantor sebesar 50 persen.

Teddy mencontohkan, misalnya servis AC, yang awalnya  4 kali dalam setahun, menjadi dua kali saja.

Diharapkan, dengan efesiensi tersebut, kondisi keuangan Pemkab HST kembali normal. (banjarmasinpost.co.id/hanani) 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved