Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sempat Sepi, Kini Order Produk Kerajinan Tangan di Kampung Purun Banjarbaru Mulai Ramai

Perajin purun di Kampung Purun Palam Banjarbaru mulai tersenyum. Setelah sempat sepi, kini order produk kerajinan tangan mereka kembali meningkat

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Perajin purun di Banjarbaru mulai tersenyum karena kini order produk kerajinan mereka mulai ramai, Selasa (30/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pandemi Covid-19 sempat menghambat perkembangan usaha kerajinan tangan atau handcraft yang diproduksi kalangan UMKM di Banjarbaru.

Selama Pandemi, pembeli sepi. Padahal, sebelumnya produk tersebut terjual hingga ke luar provinsi bahkan mancanegara. 

Sebagaimana Produk kerajinan berbahan purun di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Banjarbaru.

Dampak pandemi corona memang terasa sekali bagi para pengrajin purun yang sangat menurun penjualannya hingga 50 persen lebih. 

Baca juga: Terdampak Covid-19 hingga Banjir, Order Perajin Purun di Banjarbaru Turun hingga 90 Persen

Baca juga: Menariknya Sasirangan Dikombinasi Tas Purun, Pembelinya Sampai Malaysia

Baca juga: Promosikan Kerajinan Purun Banjarbaru, Desainer Indonesia Ini Kolaborasi dengan Zaskia Sungkar

Rahmah, salah seorang pengrajin di kelompok Galuh Banjar, menyatakan, di awal covid-19 sangat terasa dampaknya. Penjualan jauh menurun, berdampak terhadap pendapatan para perajin.

"Dulu kami menerima ribuan pesanan produk purun per bulan. Sekarang hanya hitungan ratusan buah saja. Tapi syukurlah masih ada pendapatan," ungkapnya. 

Awal 2021 ini barulah para pengrajin bisa tersenyum kembali. Itu setelah beberapa order masuk kembali. Tentunya hal ini memberi harapan cerah

Mulai ramainya pesanan membuat para pengrajin di kelompok Galuh Banjar bisa tersenyum kembali karena sebagian besar anggota kelompok mengandalkan mencari nafkah dari mengolah purun menjadi barang kerajinan. 

"Sekarang penjualan kembali meningkat, 100 sampai 500 buah per bulan, walau jumlahnya itu masih belum seperti sebelumnya. Harapan kami penjualan bisa normal lagi dam usaha kami ini bisa lebih maju lagi," harapnya. 

Azizah yang menjadi pengrajin purun sejak 2017 termasuk anggota yang hanya mengandalkan kerajinan purunan sebagai mata pencaharian.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved