Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Bawaslu Pantau Akun Medsos Paslon Jelang PSU Pilwali Banjarmasin 2020

Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan akan mengawasi juga aktivitas akun media sosial (

Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Koordinator Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan akan mengawasi juga aktivitas akun media sosial (medsos) dari masing-masing pasangan calon (paslon) dalam Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020.

Sekadar diketahui, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI, PSU untuk Pilwali Banjarmasin 2020 dilaksanakan di tiga kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan yakni Kelurahan Mantuil, Kelurahan Murung Raya dan juga Kelurahan Basirih Selatan.

Dan jelang PSU yang dilaksanakan pada 28 April 2021 tersebut, masing-masing paslon dilarang melakukan aktivitas berbau kampanye.

Tidak hanya aktivitas kampanye secara langsung saja yang akan diawasi oleh Bawaslu Banjarmasin, tetapi juga medsos dari masing-masing tim paslon khususnya lagi yang sudah didaftarkan ke KPU Banjarmasin.

Baca juga: PSU Pilwali Banjarmasin 2020 di 3 Kelurahan Ditaksir Mencapai Rp 6 Milyar

Baca juga: KPU Rilis Jadwal PSU di 15 Daerah : Kalsel Belum Terjadwal, Banjarmasin 28 April 2021

Baca juga: VIDEO Tegaskan Tak Ada Kampanye Jelang PSU, KPU Banjarmasin Surati Paslon

Baca juga: VIDEO Bawaslu Kabupaten Banjar Imbau Pemilih PSU Pilgub Kalsel 2020 Cegah Politik Uang

"Tidak ada tahapan kampanye apapun bentuknya termasuk di medsos. Makanya kita akan melakukan pemantauan dan pengawasan di akun-akun medsos," ujar Koordinator Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani.

Subhani menerangkan pada Pilwali Banjarmasin 2020, tercatat ada total 33 akun medsos yang didaftarkan oleh empat paslon.

Seiring telah berakhirnya masa kampanye bahkan Pilwali Banjarmasin 2020 sudah berlalu, maka menurutnya akun medsos tersebut sudah harus dinonaktifkan.

Namun yang menjadi dilema lanjutnya adalah apabila bermunculan akun baru atau di luar dari yang sudah didaftarkan ke KPU Banjarmasin.

"Kesulitannya kalau ada akun medsos di luar dari yang didaftarkan. Makanya kami pun menghimbau untuk menonaktifkannya," jelasnya.

Disinggung mengenai hasil pemantauan sementara akun medsos dari tim paslon jelang PSU, Subhani menerangkan masih belum ada yang mengarah ke kampanye.

"Ada akun-akun pribadi yang aktif, tapi sebatas kegiatan keseharian dan pribadi saja. Kalau nanti ada indikasi melakukan kampanye, kita akan melakukan upaya preventif. Semoga semua bisa menghormati aturan," tutupnya.

Peserta Pilwali Banjarmasin 2020 sendiri ada empat paslon, yakni Haris Makkie-Ilham Nor (01), H Ibnu Sina-Arifin Noor (02), Khairul Saleh-Habib Ali (03) dan Hj Ananda-Mushaffa Zakir (04).(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved