Breaking News:

Berita Nasional

CVR Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Didapat, Siang Ini Dirilis Resmi Soal Penemuan

Black box berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 telah ditemukan.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pemulangan lima jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 yang merupakan satu keluarga, langsung disalatkan di Masjid Al Hikmah, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Pontianak Kalimantan Barat, Minggu 24 Januari 2021. Jenazah Toni Ismail, Rahmawati, Ranti Windani, Yumna Fanisya Tuzahra, dan Athar Rizky Riawan kemudian dimakamkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Tanah Wakaf Majelis Taklim Babussalam yang tidak jauh dari rumah korban. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar terbaru mengenai naasnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu terus digali dan menemui titik terang.

Penyelidikan bisa terus didapat dengan hasil lebih akurat . Hal ini seiring telah ditemukannya bagian kotak hitam atau black box berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) telah ditemukan.

"Sudah (ditemukan), nanti pukul 11.00 akan diumumkan," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Kendati demikian, Adita belum membuka informasi soal waktu penemuan dan lokasi penemuan CVR black box tersebut.

Baca juga: Razanah Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182 Terbaru Berhasil Diidentifikasi, Total Sudah 59 orang

Baca juga: 14 Keluarga Korban Sriwijaya Air Tuntut Boeing, Berharap Ganti Rugi yang Layak

"Nanti diumumkan," kata dia singkat.

CVR yang merupakan bagian dari kotak hitam pesawat ini merupakan komponen penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan udara yang dialami Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182.

Jenazah Captain Afwan, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tiba di rumah duka di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/1/2021).
Jenazah Captain Afwan, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tiba di rumah duka di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/1/2021). (Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda)

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, tanpa adanya CVR, pihaknya tidak bisa mendapatkan data percakapan yang terjadi di kokpit antara pilot dan co-pilot.

Padahal data tersebut sangat signifikan untuk proses investigasi penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

"Kami belum berpikir kalau (CVR) tidak ketemu. Kalau tidak ketemu kami tidak bisa menghasilkan report atau kesimpulan apa yang terjadi di (masa) terakhir (jatuhnya pesawat) itu," kata Soerjanto, 10 Februari 2021.

Baca juga: Dukcapil Terbitkan 59 Akta Kematian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Adapun sebelumnya KNKT telah memperoleh black box berisi flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan pada Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Penyebab Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Masih Belum Jelas, KNKT: Tidak Pecah di Udara

Berbeda dengan CVR yang berisi rekaman di kokpit, FDR berisi data-data rekaman penerbangan dan semua aspek pesawat.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Pesawat itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 6 kru aktif, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Artikel sudah tayang di kompas.com dengan judul breaking-news-cvr-black-box-sriwijaya-air-sj-182-ditemukan

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved