Breaking News:

Berita Kalteng

Karyawan PT AWL Serahkan Enam Senjata Rakitan Ke Polsek Mentaya Hulu Kotim Kalteng

Secara sukarela karyawan PT AWL serahkan senjata rakitan yang biasa dipakai berburu ke Polsek Mentaya Hulu Kotim Kalteng.

polres kotim
Sejumlah senjata rakitan yang diserahkan pihak perusahaan kepada Polsek Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Kesadaran warga tentang larangan penggunaan senjata rakitan tanpa izin dari pihak berwajib terus tumbuh, termasuk sejumlah karyawan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Argo Wana Lestari (AWL).

Mereka secara sukarela menyerahkan senaja rakitan yang biasa dipakai berburu.

Penyerahan senjata rakitan oleh karyawan perusahaan kelapa sawit tersebut diterima Kapolsek Mentaya Hulu Kalteng IPDA Suwardi di Markas Komando, Polsek Mentaya Hulu Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (30/03/2021).

Kapolres Kotim jajaran Polda Kalteng, AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Suwardi, menjelaskan Security PT.AWL telah mengamankan 6 (enam) pucuk senjata api rakitan milik karyawan yang sering digunakan untuk berburu binatang liar di hutan.

Baca juga: Bandara HM Sidik Barut Diresmikan Wapres RI, Gubernur Kalteng Harap Bisa Tingkatkan Perekonomian

Baca juga: Kunker ke Kalteng, Wapres Maruf Amin Tergetkan Akhir Tahun , 181,5 Juta Warga Tervaksinasi

Perusahaan ingin memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungan perusahaan karena ada kekhawatiran senjata api rakitan tersebut disalahgunakan oleh pemiliknya untuk perbuatan melawan hukum.

Kapolsek Mentaya Hulu menjelaskan, memiliki senjata api rakitan melanggar pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951 tentang membuat,memiliki, menyimpan, dan membawa senjata api
tanpa memiliki izin pihak berwenang, dapat dikenakan sanksi penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi - tingginya 20 tahun.

Dia mengajurkan, masyarakat umum atau sipil diharapkan tidak menyimpan, menguasai atau memiliki senjata api atau rakitan tanpa izin pihak berwenang karena dapat merugikan orang lain dan diri sendiri terutama keselamatan jiwa.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved