Wabah Corona Kalsel
Pemudik Lewat Jalan di Provinsi Kalsel Bakal Kena Rapid Antigen
Wabah Corona kalsel, saat arus mudik lebaran Idul Fitri 2021 nanti Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menerapkan sampling secara acak terhada
Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wabah Corona kalsel, saat arus mudik lebaran Idul Fitri 2021 nanti Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menerapkan sampling secara acak terhadap kendaraan yang diduga melakukan mudik lebaran.
Terang Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA Rabu (31/3/2021) pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Kalsel untuk melakukan pengecekan kesehatan pengendara dengan rapid tes kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
"Jadi kalau ada mobil dengan keperluan yang tidak jelas, nanti kita akan minta Pak Kapolda bantuannya, untuk dilakukan sampling di jalan. Dites di jalan, kalau positif langsung karantina," ujarnya.
Keputusan tersebut diambil mengingat meningkatnya kembali angka penyebaran Covid-19 di Kalsel.
Baca juga: Pengguna Transportasi Darat Pribadi Pun Wajib Rapid, Aturan Baru Perjalanan dalam Negeri Per 1 April
Baca juga: Kunjungi Batola, Pj Gubernur Serahkan Bantuan 5.000 Alat Test Rapid Antigen
Baca juga: PJ Gubernur Kalsel Serahkan 5.000 Pieces Rapid Test Antigen untuk Kabupaten Banjar
"Minta tolong kepada masyarakat ini bukan upaya untuk menghalangi kegiatan sosial masyarakat tapi kita masih dalam keadaan darurat Pandemi Covid-19," ingatnya.
Dirinya berharap masyarakat khususnya di Banua untuk memperhatikan ketentuan pemerintah tersebut. Sebagaimana diketahui
larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021.
Selain untuk menekan laju penyebaran Covid-19, larangan mudik tersebut dilakukan agar vaksinasi yang sudah dilaksanakan di Kalsel dapat berjalan optimal.
"Kurangi mobilitas yang tidak diperlukan, di rumah tetap bisa melakukan kegiatan positif," ujarnya
Bukan cuma untuk ASN tapi bagi semua masyarakat larangan mudik ujar Safrizal berlaku.
Sementara Kadishub Kalsel H Rusdiansyah mengatakan belum menerima petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan terkait larangan mudik.
"Karena masih ada waktu yang cukup panjang menuju arus mudik itu, puasa juga belum kan," tambahnya.
Ia pun mengapresiasi keinginan PJ Gubernur yang menginginkan adanya pengambilan sampling di jalan. Dengan bekerjasama dengan Polda Kalsel maka nantinya ketentuan pengambilan sampling bagi kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak jelas tujuannya bisa ditindaklanjuti hingga tingkat Polres dan pengambilan sampel bisa dilakukan di 13 Kabupaten kota di Kalsel.
"Iya kalau kerjasama dengan Polda maka nanti bisa ditindaklanjuti hingga ke polres dan pengambilan sampel bisa dilakukan sampai hulu sungai dan Kotabaru. Jika memang itu keinginan beliau kita siap menindaklanjuti juga, meskipun tidak ada petunjuk dari Kemenhub terkait larangan mudik nanti, artinya hanya berlaku di Kalsel," jelasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/milna sari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pj-gubernur-kalsel-safrizal-za-masih-harus-bertugas-di-kalsel.jpg)