Breaking News:

Wisata Kalsel

Pengelola Wisata di HST Berupaya Bangkit, Lebaran Idul Fitri Ditargetkan Kembali Normal

Setelah diporakporandakan oleh air bah, wisata alam di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sempat lumpuh.

banjarmasinpost.co.id/hanani
Wisata Kalsel, Kondisi Gua Limbuhang,di Desa Haliau, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rabu (31/3/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Wisata Kalsel, setelah diporakporandakan oleh air bah, wisata alam di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sempat lumpuh.

Objek wisata tersebut, antara lain Riam Bajandik, Manggasang, Pulau Mas dan Gua Limbuhang di Kecamatan Batubenawa dan Wisata River Tubing Meratus (RTM) di Kecamatan Hantakan .

Nah, objek wisata yang dikelola masyarakat itupun mengalami kerusakan infrastruktur berupa fasilitas pendukung. Para pengelola pun kini berupaya bangkit membenahi fasilitas pendukung, namun mereka terkendala di permodalan.

Seperti dilakukan pengelola Wisata Gua LImbuhang, H Rosyadi. Pasca diterjang banjir bandang Januari 2021 lalu, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.

Baca juga: Wisata Kalsel, Peziarah Datangi Makam Datu Kandang Haji Kabupaten Balangan untuk Wujudkan Hajat

“Yang hancur adalah fasilitas kolam renang, gazebo, jembatan, musala, dan dapur tempat usaha kuliner pelengkap fasilitas makan wisatawan.

“Total kerugian yang sama alami tak kurang dari Rp 200 juta,”kata Rosyadi. Rosyadipun tak ingin terpuruk, dengan berupaya bangkit tetap membuka wisata gua Limbuhang. HAnya saja, tanpa fasilitas tempat istirahat, seperti gazebo dan bangku-bangku yang dulunya tersedia.

Mengenai tingkat kunjungan, jika dulu tiap hari selalu ramai, sekarang kata Adi tinggal hitungan puluhan.

“Antara 20 ampai 40 orang. Itupun ramenya di hari libur saja,”katanya.

Pengujung, jelas Adi juga datang ke LImbuhang, untuk makan karena pihaknya menyediakan paket makan siang, dengan minimal pesanan untuk 20 orang. Selain meneyediakanmenu bakr-bakaran, juga tersedia menu camilan.

“Jika dulu orang berkunjung ke sini, untuk berwisata kemudin makan, sekarang kebaling, orang datang ke tempat kami untuk makan, sambil wisata,”tutur Adi.

Diapun mengaku berupaya mengembalikan fasilitas yang dulu dimiliki, dengan mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) ke salah satu bank. Namun sampai kini belum direspons pihak bank.

“JIka dikasih bank KUR, nanti saya akan membeli tempat duduk dan fasilitas pendukung seperti dulu. DIapun menargetkan, lebaran idul fitri nanti, sudah bisa membangun fasilitas untuk kenyamanan pengunjung.

Disebutkan, meski tak lagi dilengkapi fasilitas pendukung, Gua LIbuhang tetap layak dikunjungi, karena kondisi gua sendiri tetap seperti dulu.

Bahkan air yang ada di sekitar gua, yang dulu dibangun kolam renang, tetap jernih dan menjadi sumber air bersih bagi warga Desa ALat, yang sungainya masih keruh sampai sekarang. Rosyadi berharap kepada pemerintah pusat, provinsi maupun daerah agar memberikan bantuan kepada pengelola wisata, dalam rangka membangkitkankembali sektor wisata daerah, khususnya yang dikelola masyarakat dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat pula. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved